28 Des 2016 13:46

Ada 11 Pecahan Rupiah, Penukaran Uang Baru Dibatasi 188 Ribu

MyPassion
SUDAH BERLAKU: Sejumlah karyawan Bank Sulutgo Cabang Pembantu di Kantor Bupati Bolmong, mengenalkan uang rupiah yang baru dikeluarkan Bank Indonesia. Foto: Indra Ketangrejo/MP

MANADOPOST—Peredaran uang baru saat ini belum sepenuhnya diketahui masyarakat di Bolmong. Indahyati Theola, karyawan Bank Sulutgo Cabang Pembantu di Kantor Bupati Bolmong mengatakan, saat ini di Bolmong uang jenis baru persediaannya masih terbatas. "Sehingga peredaran di masyarakat belum banyak. Dan masyarakat juga belum banyak yang mengetahui tentang uang jenis baru ini," katanya.

Ditambahkannya, masyarakat dapat menukarkan uang model lama dengan uang jenis baru. Tapi penukaran pecahan hanya sampai Rp 188 ribu.

Informasi lain diperoleh, sejumlah warga masih bingung dengan pemberlakuan uang baru tersebut. Arini Paputungan, warga Kecamatan Lolak mengatakan, dirinya hendak menukarkan uang pecahan Rp 100 ribu dengan uang Rp 50 ribu ke bawah. Saat menyuruh anaknya menukarkan uang ke Bank Sulutgo di Kantor Bupati Bolmong, anak tersebut membawa uang baru pecahan Rp 20 ribu dan Rp 10 ribu.

“Awalnya saya bingung apakah uang ini sudah bisa dipakai bertransaksi. Tapi setelah mendapat penjelasan dari kerabat, akhirnya saya percaya uang ini sudah mulai berlaku,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala BI Sulut Soekowardojo mengatakan, Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru, pada 19 Desember 2016 lalu.

Uang rupiah baru yang diluncurkan tersebut terdiri atas tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam.

Dijelaskannya, uang rupiah kertas yang akan diterbitkan terdiri atas nilai nominal Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sedangkan uang rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.(tr-20/har)

Kirim Komentar