27 Des 2016 14:47

Boltim Diterjang Banjir, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon

MyPassion
BUTUH BANTUAN: Kondisi rumah warga yang terendam banjir imbas jebolnya tanggal penahan air sungai. Foto: Lucky Mamahit/MP

TUTUYAN—Akibat hujan lebat yang mengguyur Boltim, dua desa yaitu Togid dan Motongkad terkena banjir pada Minggu sore hingga malam hari. Menurut Sangadi Desa Togid Adi Makalunsenge, banjir terjadi akibat tanggul penahan air sungai jebol.  “Ada sekitar 25 meter tanggul yang jebol,” ujarnya.

Menurut Makalunsenge, dirinya bersama aparat setempat langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk bantuan. “Senin pagi kita langsung membagikan bantuan dari Dinas Sosial. Ada 73 kepala keluarga yang terkena dampak banjir,” ungkap Makalusenge.

Makalunsenge mengaku, masyarakat yang terkena banjir mengharapkan agar adanya bantuan lainnya. “Kita akan berkoordinasi dengan BPBD, Dinkes, dan PU. Khusunya untuk segera membangun kembali tanggul yang jebol,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sjukri Tawil mengungkapkan, terkait penanganan tanggul yang jebol akan berkoordinasi dengan bupati dan dinas terkait. “Tanggul tersebut dibangun oleh provinsi. Soalnya ini akhir tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Julius Pelealu mengaku, telah berkoordinasi dengan anggota tim siaga. “Berdasarkan laporan, banjir juga menimpa Desa Motongkad. Laporannya ada sekitar 30 rumah yang terkena dampak banjir. Kita berkoordinasi untuk memantau apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya

Di tempat lain, tak pernah terpikir dibenak Jamaludin Lahai, warga Desa Kayumoyondi, Kecamatan Tutuyan, Boltim, pada Minggu (25/12), akan menjadi hari terakhir dirinya melihat istri tercinta Hainah Mokoginta (53). Jamaludin bahkan tak pernah menyangka akan melihat dengan mata kepala sendiri, perempuan yang dinikahinya sejak tahun 1983, meninggal secara tragis akibat tertimpa pohon kelapa di samping rumahnya.

12
Komentar
Kirim Komentar