23 Des 2016 13:11

Tol Laut Belum Pro Rakyat

MyPassion
TAK PENGARUH: Tol laut belum menyejahterakan rakyat Talaud. Tampak kapal tol laut saat berlabuh di Pelabuhan Lirung, beberapa waktu lalu. Foto: Fikantri Kaesang/MP

MELONGUANE—Keberadaan tol laut di Kabupaten Kepulauan Talaud dirasa tidak mampu mengurangi disparitas harga. Sebab, ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Di antaranya tingginya ongkos bongkar muat di pelabuhan dan banyak spekulan yang bermain harga. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Jan L Unas. "Belum lagi jalur distribusi yang panjang," katanya, Kamis (22/12) kemarin.

Selain itu, menurutnya, kecepatan kapal tol laut juga sangat menentukan harga. Jika lama maka kebutuhan pokok tersebut bisa rusak sehingga distributor akan memilih mengirim barangnya dengan transportasi yang cepat. Akibatnya, harga di pasar tidak akan berubah. Selain itu, lamanya waktu pengiriman juga mempengaruhi stok. Semakin lama, maka stok di pasaran akan sedikit sehingga harga melonjak. "Kecepatan kapal menentukan. Mahalnya biaya bongkar muat dan sewa konteiner membuat harga produk yang dijual pedagang tetap mahal," jelas Unas.

Rony Ungkey, warga asal Kecamatan Lirung mengeluhkan keberadaan tol laut yang belum memberi dampak positif terhadap harga produk. "Tujuan diadakannya tol laut, setahu saya untuk menekan harga. Nyatanya sama saja. Semen saja tetap dijual Rp 80 per sak. Walau dikirim lewat tol laut, pedagang tetap menjual harga demikian. Tak beda sebelum dan sesudah beroperasinya tol laut di Talaud," keluhnya.(ctr-04/can)

Komentar
Kirim Komentar