20 Des 2016 13:28

RD Pasifik Remehkan DPRD

MyPassion

MANADOPOST—PT RD Pasifik sepertinya meremehkan DPRD Bitung. Hal itu ditunjukkan dengan tidak hadir saat diundang rapat dengar pendapat (RDP), kemarin (19/12).

Sementara dari pihak karyawan hadir sebanyak 330 orang. Mereka menuntut RD Pasifik membayarkan tunjangan hari raya (THR) sesuai ketentuan perudang-undangan.

Meidy, salah satu karyawan RD Pasifik mengatakan, sangat kecewa dengan perusahaan. "Lihat saja, bahkan undangan dari DPRD, tidak ditepati," sesalnya.

Ia juga menyayangkan pembayaran THR hanya 25% dari nilai gaji karyawan. "Saya keberatan, karena ini sudah tidak sesuai peraturan. Saya kerja sudah dua tahun. Kalau disesuaikan harusnya saya minimal berhak menerima THR sebesar satu kali gaji," keluhnya.

Helmi Yasin, karyawan muslim ikut hearing. Menurutnya, itu sebagai bentuk solidaritas. "Saya turut prihatin atas teman-teman. Karena di Idul Fitri mungkin saya yang jadi korban," singkatnya.

Terpisah, Plt Kadisnaker Bitung Harry Tania menegaskan, THR Sudah diatur Mentri Ketenagakerjaan dalam Permen Nomor 6 tahun 2016 yang diberlakukan sejak Maret. "Di situ jelas tertulis, bahwa pekerja yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, harus menerima minimal THR sebesar upah satu bulan gaji," tegasnya.

Lanjutnya, dia sempat berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Esok mereka berjanji untuk melakukan pembahasan terkait kapan akan dibayarkan THR, sesuai aturan. “Karena jika tidak, kami dapat memberikan rekomendasi pencabutan izin usaha," tandasnya.

Sayangnya, RDP Pasifik belum bisa dikonfirmasi. Berusaha ditemui di perusahaan, tidak ada pihak manajemen yang siap memberi keterangan.(ctr-08/can)

Komentar
Kirim Komentar