17 Des 2016 07:51

Manado Menangis

MyPassion
TETAP MENANTI: Riska Lingude harus menerima kenyataan sang suami Miton Abdullah jadi korban longsor. Kini dia menanti ditemukannya sang anak Sergio, yang masih tertimbun tanah. Foto: Paul Bawole/MP

MANADO—Kota Manado berduka. Hujan deras sejak Kamis (15/12) petang, mengakibatkan sebagian kelurahan banjir. Terlebih rumah yang berada di sekitar bantaran sungai. Saat ini, tercatat sekira tiga orang meninggal dunia. Korban meninggal terbagi dalam dua lokasi. Di antaranya Kelurahan Tuminting (1 orang) dan Kelurahan Paal IV Lingkungan 5, dengan korban ayah dan anak.

Informasi dihimpun, kejadian longsor terjadi sekira pukul 23.30 Wita di Kelurahan Paal IV. Warga sekitar langsung melakukan pencarian korban. Sekira pukul 04.00 dinihari, korban pertama ditemukan. Teridentifikasi bernama Miton Abdullah berumur 24 tahun. Dikatakan saksi mata Dirwa Ilia, saat kejadian terdengar suara bergemuruh.

Saat hujan sudah mulai reda, dirinya keluar rumah untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitarnya. “Jadi saya keluar rumah. Dan mendapati rumah korban (Miton, red) sudah tertimbun dengan tanah,” beber Dirwa, yang merupakan paman korban. Dia mengatakan, dua rumah yang berada di lokasi sudah tertimbun tanah.

Namun, ada satu keluarga di depan rumah korban (Miton, red), berhasil menyelamatkan diri. “Kejadian ini sekira jam 23.30 malam,” ungkap pria paruh baya ini. Dia menuturkan untuk istri korban Riska Lingude, sempat tertimbun tanah, namun berhasil diselamatkan. Saat itu, korbanpun (Miton, red) sempat meminta tolong. “Namun hanya terdengar sekali. Setelah itu, sudah tidak terdengar suara lagi,” tandasnya.

“Para warga langsung melakukan penggalian manual untuk membantu menyelamatkan korban,” tambahnya. Hingga saat ini, korban hilang Sergio Abdullah (2), anak Miton, masih dalam pencarian tim yang terdiri dari SAR gabungan. Diantaranya, TNI, Polri, Basarnas.

Tomix Katiandago Kasubit Dokpol Polda Sulut saat ditemui di lokasi kejadian memaparkan, sekira pukul 00.00 wita, sudah langsung dilakukan evakuasi bersama masyarakat. Saat ini, tim masih terus melakukan pencarian. “Jenasah korban pertama (Miton, red) langsung dibawa ke RS Bhayangkara,” kata Katiandago, saat dikonfirmasi siang kemarin.

123
Kirim Komentar