17 Des 2016 10:50

Jaga Budaya Lokal Tak Tergerus Budaya Asing

MyPassion
MERIAH: Salah satu peserta festival dengan beragam pengananyang ditampilkan. Foto: Susanti Sagune/MP

Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terkenal dengan ragam budaya. Apalagi daerah ini tergabung atas tiga etnis besar, Bolango, Mongondow, dan Gorontalo.

Laporan: Susanti Sagune, Bolaang Uki

FESTIVAL ini dikenal sebagai Festival Tolrangka. Artinya, susunan kayu atau papan yang isinya berbagai jenis makanan dan penganan-penganan ringan.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad, Rabu (14/12) lalu, peserta Festival Tolrangka memadati Masjid Agung An-nur Molibagu. Terdiri dari puluhan mobil yang telah dihias. Di atasnya ada penganan ringan yang disusun berbagai bentuk.

Ada yang dipercantik dengan miniatur rumah adat, ka’bah, maupun bentuk tradisional lainnya. Di dalamnya disusun sejumlah hasil alam yang diperoleh masyarakat. Pemerintah pun memberi support penuh pada festival ini.

Warga pun berbondong-bondong ikut menyaksikan mobil yang telah dihias, dilengkapi anak muda yang memakai baju adat Bolsel. “Sangat bersyukur festival ini dapat terus dilaksanakan. Sehingga budaya leluhur dapat dikenal semua generasi,” ucap sejumlah warga kepada Koran ini. Semoga pada tahun depan, kata warga, Festival Tolrangka dapat terus digelar. Karena menjadi iven budaya dan ikon religi.

Sementara itu, Wakil Bupati Bolsel Iskandar Kamaru menuturkan, seiring perkembangan teknologi dan modernisasi yang merasuki semua sudut kehidupan masyarakat, mengakibatkan lunturnya warisan budaya. Adapun strategi Pemkab Bolsel agar budaya lokal tidak semakin tergerus oleh budaya asing, dengan pembangunan jati diri identitas daerah. Salah satunya melalui pelestarian budaya Tolrangka. "Ini bentuk kepedulian Pemda yang berusaha membangkitkan kembali nilai-nilai tradisi," sebut Iskandar.(***)

Komentar
Kirim Komentar