16 Des 2016 13:17

Sudah Dua Nyawa Melayang, TPB Disebut Banyak Gunakan Alat Bekas

MyPassion
TRAGIS: Kecelakaan yang terjadi di TPB, Blok B Kamis (14/12) dini hari. Muatan kontainer menghantam head mobil kontainer yang dibawa korban akibat care rusak. Foto: Don Papuling/MP

MANADOPOST—Kontainer menimpa Rommy Andaritji, di Terminal Petikemas Bitung (TPB), menambah daftar catatan hitam korban kecelakaan kerja TPB. Pada tahun ini, sudah dua nyawa melayang akibat kurangnya perhatian standarisasi keselamatan kerja dan alat yang digunakan.

Korban pertama Usman Luawo, supir truk yang terlindas bola alat pengangkut kontainer, pada Maret silam. Sedangkan Rommy Andaritji, adalah korban kedua, yang meninggal akibat kerusakan crane pengangkut kontainer. Akibat crane rusak, truk yang dikendarai korban tertimpa kontainer sebesar 40 fett.

Terkait hal ini, banyak supir truk yang merasa resah. "Ini sudah menjadi rahasia umum, bahwa alat pengangkut kontainer yang ada di TPB, merupakan alat bekas dari Jepang," beber BT, salah satu supir yang enggan namanya dikorankan, usai ibadah malam penghiburan di rumah Rommy Andaritji.

Lanjutnya, mereka selalu kuatir akan keselamatan saat memasuki area lapangan bongkar di TPB. “Karena selain banyak alat bekas, standar keselamatan kerja di sini, juga tidak diperhatikan. Coba bayangkan, jika alat sebesar itu bergerak, tanpa ada yang membantu oprator untuk memandu. Pasti sangat berbahaya," jelasnya.

12
Komentar
Kirim Komentar