14 Des 2016 11:19

Waspada!! Sungai Ini Diduga Tercemar Merkuri

MyPassion
TERCEMAR: Sungai Ongkag yang diduga sudah tercemar dengan merkuri dan butuh perhatian pemerintah. foto: Indra Ketangrejo/MP

MANADOPOST— Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), harus memperhatikan keberadaan sungai Ongkag di Dumoga. Pasalnya dari informasi masyarakat, sungai tersebut sudah tercemar merkuri.

"Hal ini berdampak pada penyakit yang bisa saja menyerang masyarakat di aliran sungai ini. Pasalnya air di sungai ini digunakan banyak petani untuk mengairi sawah mereka. Apalagi warga banyak mengkonsumsi ikan yang bersumber dari sungai tersebut," ungkap warga Dumoga Mahmud Mokoginta.

Ditambahkannya, pemerintah pernah melakukan penelitian terhadap kondisi air di Sungai Ongkag. "Hanya saja, harusnya sampel diambil di badan sungai yang sama. Tapi nyatanya tidak demikian. Pemerintah meneliti kandungan merkuri di Sungai Ongkag Dumoga hanya di beberapa titik. Bukan diambil pada badan Sungai Ongkag Dumoga, melainkan Sungai Mongondow," terangnya.

Padahal menurutnya,  berdasarkan kaidah penelitian pengambilan sampel sesuai dengan prosedur kerja, harus pada badan sungai yang sama. "Tapi pemerintah dan instansi terkait saat turun penelitian melihat kandungan merkuri atau sianida pada Sungai Ongkag tapi salah prosedur. Memang tujuan mengukur merkuri di Sungai Dumoga. Tapi sampel bukan air Ongkag Dumoga. Tapi Sungai Mongondow (wilayah Mopait)," katanya.

Dirinya menduga apakah hal ini merupakan bentuk tipu muslihat pemerintah dalam menghabiskan anggaran. "Atau sengaja dilakukan supaya hasil kandungan tidak nampak tinggi," ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bolmong Yudha Rantung mengatakan, selain aktivitas pertambangan sampah juga dapat menyebabkan merkuri. "Banyak yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Kotoran manusia, sampah masyarakat, sabun juga menghasilkan merkuri," ujarnya.

Menurutnya, untuk masalah penutupan tambang pihaknya akan bekerjasama dengan kepolisian nanti. "Memang kami pernah melakukan kerjasama dengan BLH provinsi melakukan penelitian di Sungai Ongkag. Tapi hasilnya masih ditunggu sampai saat ini. Kami juga selalu turun melakukan pengawasan. Kedepannya apabila kami dapati ada aktivitas pertambangan yang terbukti menggunakan pemicu pencemaran yang tinggi, kami tegas langsung tutup," tutupnya.(tr-20/gel)

Kirim Komentar