13 Des 2016 12:16

Panah Wayer di Bitung, `Saya Kena di Perut`

MyPassion
Ilustrasi Panah Wayer. Foto: Int

MANADOPOST—Panah wayer kembali memakan korban. Kali ini dialami JL (32), seorang pekerja swasta. Awal kejadian ketika JL dipalak sekelompok pemuda, Minggu (11/12) dini hari.

“Saat itu saya sedang perjalanan pulang. Ketika di pertigaan jalan, kompleks Pasong Lima, saya dicegat sekelompok pemuda dengan menggunakan sajam (golok dan panah wayer). Mereka meminta uang untuk minum miras (minuman keras),” ujarnya.

Karena JL menolak memberikan, salah seorang pemuda kemudian melayangkan panah wayer. “Saya kena panah wayer di bagian perut. Saya langsung kesakitan dan berteriak minta tolong, mereka pun langsung kabur," bebernya.

Seorang saksi menerangkan, pada saat itu dia bersama istrinya tidak jauh dari lokasi TKP. Dia mengaku mendengar teriakan minta tolong dari korban. “Mendengar teriakan tersebut, saya langsung menemui JL dan membawanya ke RSUD Manembo-nembo Bitung untuk penanganan medis," terangnya.

Saat dikonfirmasi, Senin (12/12), Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting membenarkan kejadian tersebut. “Pelakunya baru saja kami tangkap hari ini (kemarin) sekitar pukul. 03:15, dengan tersangka seluruhnya warga Aertembaga. Mereka masing-masing EM (17), JM (22), DM (17) dan FP (19), lengkap bersama barang bukti sajam, berupa dua buah golok dan dua buah pelontar panah wayer serta anak panah,” urainya.

Lanjutnya, saat diamankan, ketiga tersangka yakni EM (17), JM (22) dan DM (17), berada di sebuah gubuk yang ada di Kecamatan Aertembaga milik lelaki berinisial KD. Sedangkan FP dibekuk di rumah sanak keluarganya di seputaran Kecamatan Aertembaga. “Dalam interogasi yang dilakukan oleh petugas, FB mengakui bahwa pada saat kejadian itu dia sudah dalam kondisi terpengaruh minuman alcohol. Selanjutnya tanpa sebab yang jelas langsung melontarkan anak panah miliknya ke arah korban,” tutupnya.(ctr-08/gnr)

Kirim Komentar