13 Des 2016 13:14

Enam Ribu Hektare Lahan Kritis, Penanaman Bibit Pohon Mendesak

MyPassion

SIAU—Sebanyak 6.468,76 hektare hutan kritis di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Sesuai data yang diperoleh ada Areal Penggunaan Lain (APL) sekitar 4.912,64 hektare serta Hutan Lindung (HL) dengan luas 1556,12 hektare.

Menurut Kepala Bidang Kehutanan Sitaro, Yopi Jakobus SP, hutan di Sitaro belum tentu dikatakan kritis. “Karena di Sitaro masih banyak lahan milik masyarakat. Hanya ada HL yang terdapat di Gunung Tamata dan Gunung Beganbalo,” bebernya.

Jakobus menambahkan, selalu mengadakan penanaman bibit untuk melidungi hutan. “Untuk melindungi hutan dari lahan kritis, pemerintah membantu masyarakat melalui bibit yang diberikan kepada hutan rakyat (HR) itu sejak 2012 dengan dana sebesar Rp1 miliar lebih dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Inventaris dan Perlindungan Hutan, Roy Pandawa menuturkan, akibat dari hutan kritis. “Akibat dari hutan kritis itu dikarenakan karena terjadi bencana alam bukan karena dirambah masyarakat. Jika ada masyarakat yang merambah terkecuali itu milik lahan sendiri. Karena di Sitaro tidak ada industri untuk menjual beli kayu jadi kemungkinan besar hutan kritis bukan dikarenakan masyarakat,” tuturnya, sembari menambahkan tetap pemerintah saling membantu masyarakat. “Demi menciptakan kelestarian hutan kami menanam bibit ke setiap daerah yang berpotensi kritis,” ujarnya.

Terpisah, Halman salah satu aktivis lingkungan hidup Sitaro mengharapkan pemerintah harus lebih tegas. “Kelestarian itu sangat penting, jika terus dibiarkan pasti akan berdampak fatal. Jadi untuk pemerintah terus pertahankan untuk pembibitan HR tersebut,” kuncinya.(tr-01/gnr)

Berita Terkait