12 Des 2016 08:16
Perayaan Pohon Terang Belanda 2016

Pesan Natal dari Kawanua Negeri Kincir Angin

MyPassion
MERIAH: Duta Besar Republik Indonesia, I Gusti Agung Wesaka Pujia, membawakan lagu usai memberikan sambutan Natal di Pohon Terang Belanda 2016. Foto: Panitia for Manado Post

Suhu di ibu kota Belanda 10 derajat celcius. Kawanua yang menyebar di negara kincir angin kumpul di Amsterdam merayakan Pohon Terang.

PERAYAAN  Pohon Terang Belanda 2016 berlangsung penuh syukur di C3 Church Paasheuvelweg 24 1105 BJ Amsterdam, Sabtu (10/12). Perayaan yang dipimpin Pdt Marla Winckler-Huliselan dan Pater Herry Sailan ini diikuti lebih dari 500 warga Kawanua di Belanda.

Dalam khotbahnya, Pdt Marla mengajak semua umat Kawanua merayakan Natal dengan damai, harmonis dan penuh kerukunan antar sesama. Menurunya, itulah inti suka cita Natal.

Berkesan juga perayaan Natal ini, karena dihadiri Duta Besar Republik Indonesia, I Gusti Agung Wesaka Pujia. Pujia menyempatkan memberikan sambutan Natal. Dia mengajak warga Kawanua di Belanda saling mengasihi satu sama lain. Termasuk orang yang dibenci. “Itulah hukum cinta kasih, yaitu mencintai orang lain, walaupun yang membenci kita atau kita benci,” katanya.

Ketua Panitia Natal Kawanua Belanda 2016, Melki Tarumampen mengatakan, sangat bersyukur, walaupun hujan dengan suhu 10 derajat, warga kawanua tetap antusias berkumpul dan mengikuti Pohon Terang. Dia pun mengajak, Natal kali ini dirayakan dengan sederhana dan semangat damai. “Saling rukun rukun, damai, baku-baku tolong dan bekerja keras,” katanya.

Dia juga berterima kasih, kepada warga Kawanua yang sudah berkenan hadir, sehingga perayaan Pohon Terang sukses. “Perayaan Pohon Terang ini untuk mengingatkan kampung halaman, Manado,” katanya.

Jufry Mamuaya, selaku kordinator Rukan Makaria Belanda mengimbau, semua warga Kawanua Belanda terus mempererat hubungan persaudaraan. “Ini adalah kekuatan kita di tanah perantauan. Yaitu tetap terus bersama dalam persaudaraan,” katanya.

Selama perayaan Natal, lagu-lagu liturgi yang dinyanyikan menggunakan bahasa Minahasa.(***)

Komentar