10 Des 2016 13:30

Tim Totozik Sikat Preman Paslaten

MyPassion
BASMI PREMANISME: Para tersangka diamankan tim Totozik dan digelandang ke Mapolres Tomohon, Kamis (8/12).

MANADOPOST- Polres Kota Tomohon sikat pelaku penganiayaan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Tomohon Timur, tepatnya Kelurahan Paslaten, Kamis (8/12) malam. Pelaku menganiaya pengendara bermotor bernama Christian Sangari (18), warga Lansot. Berdasarkan informasi dirangkum Polres Tomohon, kejadian bermula dari para pelaku yang berjumlah empat orang menghadang Sangari yang kala itu membonceng seorang wanita bernama Regina Gimon.

Saat menuju area Desa Wisata Rurukan, tiba-tiba dicegat para pelaku di bawah pimpinan ES (19) warga Paslaten. Saat itu, mereka langsung menyuruh Sangari menghentikan kendaraan. Pasca berhenti, mereka melakukan pemukulan baik di wajah, kepala bagian belakang dan paha Sangari. Tidak hanya itu, mereka juga merampas tas milik wanita yang diboncengi korban. Dengan berisikan HP dan uang tunai sekira ratusan ribu.

Mendengar adanya laporan, Tim Totozik Polres Tomohon mengembangkan informasi. Tidak berselang lama, di bawah pimpinan Kabag Ops Kompol Thonny Salawati menjemput para tersangka yang sering nongkrong di salah satu kos-kosan di Bilangan Matani. Tempat tersebut menjadi awal pertemuan korban dan wanita yang diboncengnya malam itu. Lewat kejadian tersebut, sejumlah warga seputaran melihat para tersangka diamankan dan menyesali perbuatan mereka. "Peran patroli Kamtibmas bisa meredam terjadinya tindakan-tindakan demikian," ujar Michael Kumowal, warga setempat.

Kasubbag Humas Polres Tomohon, Ipda Johny Kreysen menjelaskan, pihaknya sementara mendalami kasus tersebut. "Informasi lainnya termasuk mempertajam motif para tersangka melakukan penganiayaan tengah dikumpulkan," terang Kreysen. Ditambahkannya, demi terciptanya masyarakat yang aman dan tertib, diharapkan peran warga menjaga lingkungan tempat tinggal. "Terlebih memasuki liburan Natal, tindakan seperti ini juga antisipasi kasus-kasus lainnya seperti pencurian yang sempat marak terjadi," kunci Kreysen. (ctr-07/vip)

Kirim Komentar