10 Des 2016 13:23
Dinsos Hanya Pasrah

Si Bocah Tanpa Anus Itu Kondisinya Memprihatinkan

MyPassion
BUTUH BANTUAN: Kondisi Kenji Ngangi, yang terlahir tanpa anus di Kelurahan Kumersot, Kecamatan Ranowulu Kota Bitung, kemarin. Foto: Don Papuling/MP

BITUNG—Kondisi Kenji Ngangi sangat memprihatinkan. Boca itu cacat bawaan sejak lahir. Anak bungsu dari keluarga Ngangi-Umboh, warga Kelurahan Kumeresot, Kecamatan Ranowulu ini, tidak memiliki anus.

Kondisi ini membuat Kenji terpaksa buang air besar, lewat usus yang terurai dari perutnya.

Banyak sanak-saudara ibah. Ditambah lagi ekonomi keluarga Kenji yang sangat pas-pasan.

Sandra Umboh, ibu Kenji, mengatakan, dia hanya sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan suaminya, Fentje Ngangi, bekerja sebagai buruh tani di Kumersot.

"Mau bagai mana lagi? Kami tidak mampu memberikan pengobatan kepada ank bungsu saya. Jangankan berobat, untuk makan saja kami sulit," katanya.

Lanjutnya, dia hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. “Sebab saya sudah pernah membawah Kenji, ke rumah sakit. Namun, biaya yang diminta tidak mampu untuk saya sanggupi. Selain itu kami tidak memiliki kartu BPJS. Saya sudah sempat mengeluh ke pemerintah setempat. Namun tetap sulit mendapatkan BPJS," katanya.

Terpisah, Lurah Kumeresot, Olvin Tampi saat dikonfirmasi menjelaskan, keluarga Ngani-Umboh sebelumnya tinggal di Timika-Papua dan baru sekira delapan bulan menetap. "Pemerintah Kelurahan, sudah melakukan upaya dengan mengeluarkan surat keterangan miskin, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Tetapi kini harus menggunakan BPJS," terangnya.

Plt Kadis Dinsos Yudi Sengke mengungkapkan, dinasnya memang agak kesulitan berkoordinasi dengan pemerintah di setiap kelurahan. "Harusnya, lurah juga sering memberikan data terkait hal seperti itu. Karena ini butuh koordinasi dari seluruh stakeholder terkait." bebernya.

Lanjut dia, pemerintah hanya bisa merekomendasikan untuk mendapatkan BPJS. “Terkait diterima atau tidak tergantung dari dari BPJS,” katanya pasrah.(ctr-08/can)

Berita Terkait
Kirim Komentar