10 Des 2016 13:27

Pesona Intata di Ujung NKRI

MyPassion
POTENSI: Cantiknya Pulau Intata. Tampak saat wisatawan lokal asik menikmati pemandangan laut di pulau tersebut. Foto: Dinas Pariwisata

MANADOPOST—Pulau Intata tanpa penghuni sejak terjadi gempa yang diikuti tsunami di 1600-an. Bencana itu memisahkan Intata dari Pulau Kakorotan. Sebagian Pulau Intata tenggelam dan penduduknya hanyut. Hingga kini, penduduk di sana hanya tinggal di Kakorotan.

Pasir putih yang lembut, air jernih yang segar, merupakan daya tarik pantai Pulau Intata.

Setiap Mei, dilangsungkan upacara adat menangkap ikan tradisional, Mane'e di sana. Nanti saat acara adat itulah pulau ini diserbu wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tahun lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut ambil bagian dalam Mane'e di pulau ini. Mane’e adalah cara unik memanggil ikan dengan menggiringnya melalui jaring yang terbuat dari janur dan tali hutan sekira 3,5 kilometer.

Pulau Intata terletak di bagian utara Pulau Sulawesi yang berbatasan langsung dengan Philipina. Pulau ini hanya memiliki luas 0,15 kilometer persegi yang sebagian besar daerahnya ditumbuhi pohon kelapa. Di bagian selatan dan barat terdapat pasir putih, sementara di bagian timur pantainya berbatu.

Secara administratif, Pulau Intata masuk dalam Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan dibatasi Samudera Pasifik di sebelah timur dan Pulau Kakorotan di sebelah selatan.

Di Pulau Intata tidak tersedia penginapan, karena pulau ini tidak berpenghuni. Tapi jangan khawatir, warga Kakorotan yang ramah, menyediakan tempat untuk setiap pengunjung yang ingin beristirahat. Gratis pula.

"Jika datang saat air pantai surut, maka anda akan melihat jembatan pasir yang menghubungkan Pulau Intata dan Kakorotan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Isak Tamaroba.

Jarak tempuh dari Melonguane, Ibukota Talaud menuju Pulau Intata dibutuhkan sekira empat jam menggunakan Speedboat atau kapal perintis. Biaya bervariasi.(ctr-04/can)

Kirim Komentar