08 Des 2016 15:23
Landjar: Belum Ada Konfirmasi Dari Kepolisian

Meski Berproses Hukum, Sangadi Terpilih Tetap Dilantik

MyPassion

MANADOPOSTMeski polemik dugaan terjadinya money politics (politik uang) terjadi di Desa Tutuyan dan Togid terus bergulir.  Namun,  Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  Sehan Landjar,  memastikan akan melantik seluruh sangadi terpilih.

 

Landjar menegaskan, semua sangadi terpilih dari 63 desa yang memaksakan pemilihan serentak segera dilantik. Termasuk dua desa yang saat ini sedang berproses hukum karena dugaan money politics.  “Iya dilantik.  Sampai sekarang belum ada konfirmasi dari kepolisian. Dan mereka belum mampu membuktikan secara hukum," ungkap Landjar.

Landjar menambahkan,  dalam proses hukum dugaan money politics pemberi dan penerima diancam hukuman penjara. “Yang jadi korban nantinya yang menerima,” ujar Landjar.

Namun, Landjar menjelaskan untuk proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian silahkan dilanjutkan. “Di dalam peraturan perundang-undangan ada mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).  Jika sudah ada putusan inkra maka pasti di-PAW,” jelas Landjar.

Calon terpilih Desa Togid Adi Makalunsenge mengungkapkan,  menyerahkan proses kepada pemerintah dan pihak kepolisian.  "Kita percaya bahwa pemerintah melaksanakan suatu kebijakan pasti berdasarkan aturan,” ungkap Adi.

Diketahui, dalam KUHP, pasal 149 ayat (1) dan (2) untuk menjerat pelaku politik uang. Ayat 1 berbunyi "Barang siapa pada waktu diadakan pemilihan berdasarkan aturan-aturan umum, dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, menyuap seseorang supaya tidak memakai hak pilihnya atau supaya memakai hak itu menurut cara tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau piadan denda paling lama empat ribu lima ratus rupiah.” Sedangkan ayat 2 berbunyi “Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih, yang dengan menerima pemberian atau janji, mau disuap".(ctr-48/gnr)

Kirim Komentar