25 Nov 2016 11:13

Ingat!!ASN Tak Boleh Pakai Elpiji 3 Kg

MyPassion

BITUNG—Salah satu penyebab kelangkaan liquid petroleum gas (elpiji) bersubsidi 3 kg karena tidak tepat sasaran. Banyak warga tidak layak disubsidi membeli elpiji ini. Di antaranya aparatur sipil negara (ASN). Hal ini dibeberkan sejumlah pemilik pangkalan elpiji bersubsidi, kemarin (24/11).

Menurut Anton Siagian, pemilik pangkalan elpiji Terang Abadi di Kelurahan Pinokalan, banyak ASN yang membeli bahkan memborong elpiji 3 kg. “Saya lihat mereka membeli dengan kendaraan dinas malah. Padahal, elpiji bersubsidi hanya diperuntukan bagi warga miskin atau ekonomi rendah," ujarnya.

Hal ini membuat Anton prihatin, karena banyak warga kurang mampu tidak mendapat jatah. "Saya pikir kalau tepat sasaran elpiji subsidi ini cukuplah. Tapi karena banyak kalangan seperti ASN dan pengusaha menegah ikut memborong maka jadi tidak cukup. Ini yang membuat elpiji langka. Saya harap ada ketegasan dari pemerintah,” katanya.

Terkait hal ini, Kadis ESDM Bitung, Herry Benyamin mengimbau, warga golongan menengah ke atas dengan gaji di atas Rp 1,5 juta, harus mengalah. "Seperti ASN. Pastinya gajinya kan di atas Rp 1,5 juta. Ditabung elpiji juga sudah tertulis jelas, hanya untuk masyarakat dengan pendapatan di bawah 1,5 juta," tegasnya.

Lanjutnya, ketentuan pendistribusian dan sasaran pengguna elpiji 3 kg, diatur melalui Perpres RI Nomor 104 tahun 2007. “Perpres itu tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga elpiji tiga kg. Kemudian ditindaklanjuti dengan Permen ESDM Nomor 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian elpiji. Aturan dimaksud mengatur pelaku usaha restoran dan hotel dilarang menggunakan tabung bersubsidi," jelasnya.

Benyamin juga mengakui, pembeli dari kelompok menengah ke atas seperti ASN, menjadi pemicu kelangkaan dan kenaikan harga elpiji di pasaran. "Karena banyak warga yang kurang mampu, yang masih kesulitan memperoleh LPG bersubsidi tersebut," terangnya sembari menambahkan menjadi kendala, sejauh ini tidak ada larangan tegas terhadap ASN.

Terpisah, juru bicara Pertamina Manado Mr Adeka mengatakan, Desember ini di Bitung akan didistribusi sekitar 1000 brigth gas 5,5 kg berwarna merah muda nonsubsidi. "Saya berharap ke 1000 tabung ini menyasar ke masyarakat kelompok menengah ke atas dan UMKM. Agar elpiji bersubsidi tidak langka bagi warga kurang mampu," tandasnya.(ctr-08/can)

Kirim Komentar