24 Nov 2016 12:07

Aduhh, 8,8 Persen Perempuan di Mitra Berhenti KB

MyPassion

RATAHAN—8,8 persen perempuan di Mitra, dari total keseluruhan 118 ribu penduduk sudah memutuskan melepas penggunaan alat kontrasepsi (lihat grafis). Keputusan yang bisa memicu pertambahan penduduk itu tidak ditepis pihak Badan Kependukan dan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) Mitra. "Bahkan sempat ada usulan program keluarga berencana (KB) ditiadakan saja," ungkap Kepala BKKBD dr S E Arikalang, Rabu (23/11).

Untung saja, menurut Arikalang usulan kurang masuk akal kaum perempuan  tidak diterima mentah-mentah pihak BKKBD. Menurutnya, pemberhentian program KB tidak boleh dilaksanakan. Lantaran sangat bertentangan dengan program pemerintah pusat dan daerah yang berupaya menekan jumlah penduduk. "Kami masih mengaktifkan program KB," ungkapnya.

Namun menurut Arikalang, persentasi 8,8 persen perempuan yang sudah menghentikan program KB memang benar terjadi. "Jadi sebenarnya 8,8 persen itu dahulunya sudah menggunakan KB. Namun sekarang sudah berhenti. Kami kurang memahami mengapa bisa ada pemikiran seperti itu. Kami juga tidak bisa memaksa apabila mereka untuk menggunakan KB kembali. Namun sampai saat ini jumlah pertumbuhan atau angka kelahiran di Mitra masih ideal atau belum ada lonjakan," tambah Arikalang.

Terpisah, salah satu aktivis Mitra Vidi Ngantung menilai, pihak BKKB mesti berpikir keras agar 8,8 persen perempuan itu bisa kembali ke jalan yang benar. "Kalau tidak bisa terjadi ledakan penduduk secara besar-besaran," pungkasnya.(gre/gel)

Kirim Komentar