23 Nov 2016 09:12

Kriteria Bertambah, Penerima PKH Naik Nyaris 100 Persen

MyPassion

MANADO — Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicetuskan Kementerian Sosial, memasuki tahap III. Seharusnya dilaksanakan September. Namun program ini molor hingga November karena terjadi perubahan di pusat. Di antaranya kebijakan dan struktur pengelola. Hal ini berimbas di Sulawesi Utara (Sulut). Jika pada tahap II penerimanya 31.260, pada tahap III meningkat hampir 100 persen. Total penerima hampir 60 ribu.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Sulut membeberkan, bantuan PKH yang tadinya hanya diterima Keluarga Sangat Miskin (KSM), sejak tahun 2016 akan memasukkan Keluarga Miskin sebagai salah satu penerima. “Mulai tahun ini diberlakukan. Jadi, jumlah penerima PKH bertambah. Selain itu, ada juga kriteria baru yang mulai dilaksanakan tahap III, yakni Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Termasuk di dalamnya lansia di atas 70 tahun dan penyandang cacat atau disabilitas,” terangnya. Sehingga, untuk tahap III, terdapat tiga komponen yang menentukan penerima PKH. Berdasarkan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial yang didalamnya terdapat kategori lansia dan penyandang disabilitas. Kriteria sebelumnya yang termasuk dalam penerima adalah ibu hamil, ibu menyusui, ibu dalam masa nifas, dan anak-anak usia sekolah.

Dijelaskan pengelola data penerima PKH Frangky Matau, dengan ditambahnya kriteria tersebut, kini pemerintah menyasar sekira 14 persen dari jumlah penduduk miskin. Dari yang tadinya hanya 4 persen. Untuk 2016 ini, pemerintah menargetkan sekira enam juta warga miskin di Indonesia yang menerima bantuan. “Nanti, target pemerintah selanjutnya akan memberikan bantuan kepada 20 persen dari jumlah penduduk miskin. Jadi, itu akan menyasar banyak golongan. Jumlah penerima se-Indonesia diperkirakan 18 juta jiwa,” jelas Matau. Ditambahkannya, untuk lansia, jumlah PKH yang diterima sebesar Rp1,9 juta per tahun, dan untuk penyandang disabilitas jumlahnya cukup besar, yakni Rp3,1 juta per tahun. “Harapan pemerintah, bagi lansia yang sudah tidak mampu bekerja, bisa menerima dana untuk menghidupi dirinya. Begitu juga dengan penyandang difabel yang kemungkinan besar tidak dapat bekerja, maka diberikan tunjangan untuk hidup,” ujarnya.

Untuk penyaluran PKH tahap III ini, Matau mengatakan beberapa daerah di kepulauan belum mendapatkan bantuan karena beberapa kendala. Tapi, ia memastikan program ini akan dipacu pelaksanaannya hingga akhir November nanti. “Karena ada penambahan kriteria, maka sudah pasti jumlah penerima PKH bertambah. Dari tahap II yang sejumlah 31,260 keluarga, untuk saat ini penambahannya sudah hampir 100 persen atau dua kali lipat dari jumlah tersebut. Itu pun belum rampung disalurkan,” pungkasnya.

Ketua Komisi IV Deprov Sulut James Karinda meminta penyaluran PKH tepat sasaran dan memberi dampak pada program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang dicanangkan Pemprov Sulut. “Kami akan mengawasi agar anggaran ini tepat sasaran. Tak boleh melenceng dari tujuan sebenarnya,” ujar Karinda. Ke depan, pada penyaluran tahun 2017 mendatang, politisi Partai Demokrat ini mengimbau pemerintah kembali memverifikasi penerima. “Karena bisa saja data yang dikantongi sekarang berbeda dengan tahun depan,” tandasnya.(ctr-41/gel)

Kirim Komentar