22 Nov 2016 12:41

Siap-siap!! Januari, Diprediksi Puncak Curah Hujan

MyPassion

MANADOPOST— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memprediksikan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2017 nanti. Kendati demikian, selang Oktober hingga November 2016 ini sedikitnya sudah terjadi tujuh kali musibah tanah longsor, banjir hingga gelombang pasang  di tujuh lokasi akibat intensitas curah hujan yang kian meningkat (lihat grafis). "Walaupun belum puncak musim penghujan, namun sudah terjadi longsor di mana-mana, pihak yang berkompeten memprediksikan puncak curah hujan terjadi pada Januari 2017 nanti," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Erick Manaroinsong, Senin (21/11).

Dikatakannya, memang tidak satu orang pun bisa memprediksikan kapan tanah longsor atau musibah terjadi. Sabtu (19/11) malam pekan lalu, misalkan  baru saja terjadi tanah longsor di ruas jalan Pangu-Wongkai. Untung saja diungkapkan Manaroinsong, tidak ada pihak yang dirugikan. Namun arus lalu lintas sempat terhambat akibat timbunan tanah yang menutupi  ruas jalan utama. Tapi setelah BPBD bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan upaya, arus lalu lintas saat itu kembali lancar. "Karena itu upaya melakukan imbauan untuk waspada tidak  pernah bosan kami lakukan. Dan kami bersyukur peralatan seperti alat berat sudah tersedia di  BPPBD untuk melakukan evakuasi sewaktu diperlukan," ungkap Manaroinsong.

Manaroinsong juga mengimbau, warga secepatnya memberikan informasi ke BPBD apabila khawatir akan terjadi longsor, banjir ataupun gelombang pasang. "Segera hubungi pihak BPBD apabila khawatir di wilayah yang bersangkutan akan terjadi bencana. Itu dimaksudkan demi meminimalisir kerusakan ataupun kerugian yang bisa terjadi," imbaunya.

Terpisah, sejumlah warga yang diwawancarai koran ini mengaku, sejauh ini pemerintah telah memberikan bantuan kepada korban musibah. "Pemerintah sudah menyalurkan bantuan yang diperlukan warga. Itu yang kami salut kepada pemerintah, yang dengan cepat memberikan reaksi sosial kepada masyarakat yang tertimpa musibah," pungkas Mario Lontaan, warga Minanga.(gre/gel)

Kirim Komentar