14 Nov 2016 12:46

Pilsang di Tiga Desa Ini Digugat

MyPassion
TERIMA LAPORAN: Bupati Sehan Landjar saat menerima keluhan masyarakat terkait politik uang dalam Pilsang.(Lucky Mamahit/MP)

MANADOPOST— Pemilihan Sangadi (Pilsang) serentak di 63 desa,  di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sudah selesai.  Namun, masih ada tiga desa yang bermasalah. Calon yang kalah melakukan gugatan dengan alasan politik uang. Ketiga desa yang digugat, yakni Desa Togid,  Desa Tutuyan, dan Desa Moloboh.

Diketahui, berdasarkan hasil perhitungan,  Desa Togid yang menjadi tempat memilihnya Bupati Boltim Sehan Landjar, dimenangkan calon nomor urut 1 Adi Makalensang (ADM) mengalahkan Donal Mokoagow (Dobrak).

Namun,  Donal Mokoagow tidak menerima kekalahan.  Menurutnya,  dirinya kalah karena dicurangi  dengan cara money politics.  “Kita punya bukti para pendukung yang menerima uang,  dan akan kita sampaikan kepada panitia kabupaten,” ungkapnya.

Dirinya mengaku,  akan menunggu petunjuk dari kabupaten perihal keluhan darinya.  “Jika harus ke pihak kepolisian,  maka kita siap untuk melapor ke kepolisian,” ujarnya.

Sama halnya dengan Desa Tutuyan.  Brury Paputungan mengalahkan pesaing terdekatnya Hartuti Potabuga.  “Saya bisa menerima kekalahan jika tidak ada permainan politik uang.  Namun,  menurutnya, ada data pendukung yang menerima sejumlah uang untuk pemilihan. Ada yang terima uang dari Rp100 ribu, bahkan  Rp1 juta,” ujarnya.

Menanggapi keluhan, Bupati Boltim Sehan Landjar mengungkapkan panitia kabupaten akan menindaklanjuti setiap laporan. “Jika ada surat permintaan jangan dulu diproses,  sambil menunggu hasil proses hukum.  Maka kita tunda plenonya,” ungkap Landjar.

Landjar pun menegaskan,  jika ada permintaan tertulis untuk menunda proses Pilsang, harus melampirkan bukti-bukti.  “Jika ada laporan,  maka proses akan ditunda.  Jika ada putusan pengadilan maka pemenang tidak dilantik.  Yang jadi adalah urutan kedua,  karena tidak ada pemilihan ulang,” tegas Landjar.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Suharto Paputungan mengaku telah mendengar informasi tersebut. “Mereka sudah memasukan laporan kepada kita, tapi untuk ranah hukum itu wilayahnya kepolisian,” ujarnya.

Selain itu,  Paputungan mengaku ada desa yang memiliki permasalahan sah tidaknya coblosan. “Ada laporan dari Molobog.  Itu kita akan langsung tindak lanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, panitia akan mengundang seluruh pihak terkait,  baik panitia pelaksana maupun peserta pemilihan. “Kita agendakan untuk membuka kotak,  dan menghitung kembali.  Hasil itulah yang akan kita gunakan,” sebutnya.(ctr-47/fir)

Kirim Komentar