12 Nov 2016 10:22

Rica Dan Tomat Mahal, Ayo Menanam

MyPassion
Ilustrasi

TINGGINYA harga rica dan tomat di pasaran, membuat warga terpukul. Di mana cabai dijual di sejumlah pasar tradisional Rp70-75 ribu per kilogram (kg) dan tomat Rp30-35 ribu per kg. Kondisi ini membuat warga yang hidup bertani, mengambil langkah antisipasi dengan giat berkebun.

Markus Tahulending, petani Kecamatan Siau Barat mengatakan, harga rica dan tomat saat ini mencekik leher. Apabila petani mengambil inisiatif menanam tomat dan rica pasti akan teratasi. "Sering terganggunya rute pelayaran Manado-Siau apabila cuaca buruk. Membuat harga sembako di pasaran merangkak naik. Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita untuk giat berkebun rica dan tomat," ungkapnya.

Norce Kalanisang, petani asal Kecamatan Siau Barat Selatan, mengatakan, hal senada. “Jika kita mampu menghasilkan cabai dan tomat, pasti harga keduanya di pasaran tetap terkendali. Untuk itu, kita harus giat menanam cabai dan tomat," ucapnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Sitaro Ir Novia Tamaka, menyambut positif inisiatif warga dalam berkebun. “Warga harus memanfaatkan lahan yang ada mulai dari halaman rumah untuk berkebun," ungkapnya.

Menurutnya, kebutuhan warga akan rica dan tomat sangatlah tinggi. “Untuk itu, sudah saatnya warga Sitaro bisa menghasilkan cabai dan tidak tergantung suplai dari daerah lain. Sebaliknya, kita bisa bangga apabila Sitaro ke depan sudah bisa menyuplai cabai ke daerah lain," imbuhnya.(tr-01/gnr)