11 Nov 2016 11:21

LDHK Unsrat Kupas Vonis Jessica

MyPassion
SUKSES: Dari kiri, Ketua Umum LDHK Hadi Alamari (moderator), Jaksa Muda Harry Tendean SH, Jaksa Muda Morais Barakati SH MH, Korlip Manado Post Chanly Mumu, dan ahli Hukum Acara Pidana Deren Rompas SH MH, dalam diskusi publik yang digagas LDHK dan Bagian Hukum Acara Pidana Fakultas Hukum Unsrat, kemarin. / foto: Panitia Diskusi Publik for MP

MANADO—Kasus ‘Kopi Sianida’ yang menyeret terpidana Jessica Kumala Wongso diangkat menjadi tema diskusi publik Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi (LDHK) Unsrat, kemarin (10/11). Diskusi publik lebih mengkerucut membahas ‘Keberagaman Persespi Publik terhadap Vonis Jessica’.

Diskusi  bekerjasama dengan Bagian Hukum Acara Pidana Fakultas Hukum Unsrat ini menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri Manado yang diwakili Jaksa Muda Harry Tendean SH dan Jaksa Muda Morais Barakati SH MH. Dari Manado Post diwakili Korlip Chanly Mumu. Dari unsur akademisi, dosen sekaligus ahli Hukum Acara Pidana Deren Rompas SH MH.

Menurut, Ketua Umum LDHK Hadi Alamari, diskusi seperti ini rutin digelar per tiga bulan sekali. “Tujuannya untuk menambah wawasan teman-teman mahasiswa seputar masalah hukum teraktual, juga untuk melatih kemampuan berargumentatif dalam diskusi,” katanya didampingi Skejen LDHK Ria Anggraini Rais.

Jaksa Muda Harry Tendean SH dan Jaksa Muda Morais Barakati SH MH, yang juga alumni Fakultas Hukum Unsrat, mengaku bangga dengan antusiasi mahasiswa selama diskusi. “Mereka aktif. Ini baik karena menunjukkan ada antusiasme berdiskui. Harus seperti itu dan terus dikembangkan,” ujar Barakati diaminkan Tendean.

Di tempat yang sama, Dosen Hukum Acara Pidana Deren Rompas SH MH mengatakan, dikusi seperti ini mendapat dukungan penuh fakultas dan universitas. “Saya senang, karena dengan seperti ini mereka antusias mengikuti materi. Bagian Hukum Acara Pidana Fakultas Hukum Unsrat selalu mensupport kegiatan positif seperti ini. Materinya biasanya topik-topik terhangat atau aktual terkait hukum,” katanya.(gnr)

Komentar
Kirim Komentar