07 Nov 2016 11:47

Ingat Nehh, Banyak Pasiar Belum Tentu Menang

MyPassion

LOLAK— Teknik blusukan atau di Sulut akrab disebut pasiar, yang dipopulerkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), masih menjadi strategi jitu memenangkan pertarungan dalam Pemilihan Bupati (Pilbup). Selain biayanya murah, kandidat bisa langsung berinteraksi dengan warga.

Hanya saja, pengamat politik Bolmong Muhamad Jabir mengungkapkan, hadir dalam hajatan adalah teknik bersosialisasi efisien tapi mungkin kurang efektif. "Karena kesempatan menyampaikan visi misi tentu terbatas oleh waktu,” nilainya.

Lanjutnya, teknik kampanye seharusnya disesuaikan dengan karakteristik pemilih. Sangat tergantung daerah pemilihan, apakah penting bagi mereka mendengarkan visi misi serta janji politik atau hanya sekadar bertemu sudah cukup. “Jadi ini tergantung karakteristik pemilih. Perlu kajian khusus oleh tim kampanye dalam memetakan karakteristik pemilih tersebut,” ujar Jabir.

Diketahui, kedua pasangan di Bolmong, yakni Yasty Soepredjo Mokoagow-Yanny R Tuuk (YaYa) dan Salihi B Mokodongan-Jefry Tumelap (SBM-Jitu), terus meningkatkan jadwal pasiar. Tak hanya desa/kelurahan. Pasar, hajatan pernikahan, dan duka, turut disambangi.

Bahkan, kedua pasangan tidak mau ketinggalan momen untuk berkunjung dan menyosialisasikan keberadaan mereka sebagai cabup dan wabup. Seperti Jefry Tumelap yang dalam beberapa hari terpantau berada di pasar.

“Mungkin ini strategi untuk menarik simpati dari masyarakat. Paslon makin aktif. Mendengar saja ada warga kumpul, langsung disambangi,” ungkap Hendra dan beberapa warga lainnya.

Diketahui sebelumnya, Paslon YaYa sebelum ditetapkan menjadi Paslon, sudah mengaktifkan anggota ranting partai. Sedangkan Paslon SBM-Jitu sudah mengukuhkan tim pemenangan pekan lalu.(ctr-20/fir)

Komentar
Kirim Komentar