05 Nov 2016 10:15

Dua Paslon Berebut Kantong Suara

MyPassion

LOLAK— Pertarungan dua pasangan calon (Paslon) Yasti Soeperedjo Mokoagow-Yanny R Tuuk ( YaYa) dengan Salihi B Mokodongan-Jefry Tumelap (SBM-Jitu), kian sengit. Adu strategi pun terus dimatangkan kedua kubu.

Dari data KPU, penyebaran pemilih terbesar ada di wilayah Pantura. Mencapai 62.799 pemilih. Kemudian di Dumoga sebanyak 59.796 pemilih. Sisanya sebanyak 41.434 pemilih ada di Passi dan Lolayan.

Berdasarkan pantauan, wilayah Dumoga menjadi rebutan untuk mengumpulkan suara. Pasalnya, pasangan masing-masing calon berdomisili di Dumoga. Yakni Yanny Tuuk dan Jefri Tumelap.

Sementara Salihi Mokodongan, menklaim mampu menyedot suara di wilayah Pantai Utara (Pantura). Yasti Sopredjo Mokoagow, lebih aman. Menklaim memiliki basis suara hampir di semua wilayah. Ini dibuktikan dengan keterpilihan dia sebagai anggota DPR RI.

Saat Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg), Yasti mampu meraup 37.185 suara yang tersebar di 15 kecamatan. Sedangkan pasangannya Yanny mampu menghantarkan partai berlambang moncong putih meraih suara terbanyak di Pileg lalu, dengan perolehan delapan kursi di Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmong.

Salihi yang berstatus petahana ini, juga mempunyai basis masa militan di Pantura. Sedangkan Jefri Tumelap bisa ‘mengganggu’ Yanny untuk meraup suara di Dumoga Raya. Walaupun Jefri terbilang sebagai pendatang baru di perpolitikan Bolmong, namun dirinya bisa berbicara banyak. Itu terbukti ketika Partai Demokrat (PD) bisa menambah kursi di Dekab Bolmong menjadi lima kursi.

Ketua Tim Media Center YaYa, Yusra Alhabsyi mengatakan pihaknya menargetkan 63 persen di Pantura, 75 persen Dumoga Raya dan 65 persen Passi-Lolayan. “Itu merupakan target kami. Tentunya dengan mematangkan strategi yang sudah disiapkan,” katanya.

Sementara kubu SBM-Jitu belum bisa memastikan target suara ke depan. Menurut Wakil Ketua Tim Pemenangan SBM-Jitu Dony Lumenta, pihaknya sampai saat ini belum bisa menargetkan raihan suara ke depan. “Sampai saat ini kami belum bicara target, kerja dulu. Karena sampa saat ini kami harus bekerja keras sehingga bisa meyakinkan masyarakat ke depan, tetapi pada intinya kami yakin menang,” katanya.

Pengamat Politik BMR Muhamad Jabir menuturkan, aspek geopolitik akan menjadi faktor berpengaruh dalam ajang Pilbup ke depan. “Memang sangat berpengaruh. Apalagi, para kandidat tersebut mempunyai basis-basis masa dan militansi pendukung sudah terbentuk,” ujarnya.

Hanya saja kata Jabir, pemetaanya tidak serta-merta menjadi pola untuk memenangi Pilbup Bolmong tersebut. “Banyak hal yang nantinya akan berpengaruh. Misalnya, dari mana kandidat berasal, ketokohannya berpengaruh atau tidak, partai pengusung maupun lainnya,” katanya.(ctr-20/fir)

Kirim Komentar