02 Nov 2016 13:10

Tiap Tahun Ada 22 Janda Muda

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOST— Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Mitra mencatat, dua tahun belakangan pihaknya telah mengurus 44 dokumen perceraian. "2015 lalu 22 perceraian. Tahun ini 24," ungkap Kepala Dukcapil David Lalandos MSi, Selasa (1/11). Menurut Lalandos, pihaknya tidak mengetahui persis penyebab perceraian. Namun umumnya dikarenakan rumah tangga yang tidak harmonis hingga kehadiran orang ke tiga. "Yah. Kami kan tinggal urus saja. Untuk lebih jauh bahkan memutuskan perceraian tentunya pihak pengadilan. Kalau pengaruh media sosial tidak juga," ujar Lalandos.

Dia membeberkan, usia 40-an ke bawah yang dominan mengajukan permohonan surat cerai. Lalandos menyimpulkan, berarti dua tahun belakangan sudah ada 42 janda muda. Itu belum terhitung warga Mitra yang mengurus cerai di daerah lain karena telah berdomisili di wilayah luar Mitra. Namun menurutnya, angka itu tergolong sedikit dibandingkan daerah lain yang mencapai ratusan.

"Melihat angka tersebut bisa dikatakan jumlahnya sedikit. Namun perlu dicegah agar angkanya tidak meningkat," tuturnya. Pengamat Sosial Kemasyarakatan Hanny Gosal menilai, rendah ataupun tingginya angka perceraian bukanlah sebuah fenomena yang wajar. Menurutnya, tren perceraian era sekarang bukan hanya di kalangan masyarakat ekonomi lemah.

"Melainkan masyarakat kelas menengah hingga atas. Sewaktu terjadi perselisihan, perceraian menjadi pilihan utama. Karenanya untuk menekan jumlah tersebut perlu ada keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah dalam upaya melakukan pencegahan dan pembinaan," terangnya. Camat Tombatu Timur Yan Wawointana mengatakan, di wilayahnya gencar dilakukan sosialisasi pencegahan perceraian. "Seterusnya kami tugaskan kepala desa agar melakukan upaya-upaya pencegahan," pungkasnya.(gre/gel)

Kirim Komentar