28 Okt 2016 08:36

KPK Usut Dugaan Suap Pilrek Unima

MyPassion

JAKARTA—Dugaan suap pemilihan rektor (pilrek) di perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi antirasuah akan mengusut praktik tercela di lembaga pendidikan itu. Diduga kuat, Universitas Negeri Manado (Unima) salah satu di antaranya.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan, dia sudah bertemu dengan Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai. Salah satu yang dibahas adalah dugaan suap dalam pilrek. "Kami juga bahas masalah pilrek. Tapi juga persoalan lain," terang dia usia acara peluncuran program e-LHKPN di gedung KPK kemarin (27/10).

Namun, Agus tidak menjelaskan secara detail apa saja yang mereka bahas.

Pejabat asal Magetan itu menyatakan, pihaknya masih terus mendalami dugaan suap di dunia kampus itu. Pengusutan masih dalam proses penyelidikan, belum sampai ke tahap penyidikan. Jadi, belum ada pihak yang menjadi tersangka.

Berapa kampus yang diduga melakukan praktik suap? Agus masih enggan menyebutkan. Menurut dia, jumlahnya tidak sebanyak yang dilaporkan Ombudsman. Ia juga belum mau menyebutkan nama perguruan tinggi yang terlibat.

Mantan Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) itu menyatakan, jika dia menyebutkan nama kampus yang terlibat, dikhawatirkan pihak yang melakukan kejahatan itu akan bersiap-siap menghindar, sehingga akan mempersulit penyelidikan.

Terkait dengan rektor yang sudah terpilih, apakah bisa dibatalkan jika diketahui melakukan suap? Agus menyatakan, jika ditemukan unsur pidana, maka komisinya bisa mengusutnya. Dia menegaskan, pengusutan dugaan suap itu masih dalam tahap penyelidikan.

Menurutnya, KPK juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Mekanisme pemilihan rektor perlu dilakukan perubahan. Salah satunya komposisi suara menteri 35 persen dalam pemilihan rektor. Porsi itu dinilai terlalu tinggi.

123
Berita Terkait
Komentar
  • MyPassion


    30 Okt 2016 14:42

Kirim Komentar