27 Okt 2016 08:00

Sumarsono Beberkan Perbedaan Pimpin Sulut dan Jakarta

MyPassion
Sumarsono saat ditemui wartawan harian ini, di kantornya di Gedung F, Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin. Foto: Surya Kawung/MP

JAKARTA- Warga Sulawesi Utara (Sulut) patut berbangga. Semangat kerukunan antar Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) di Sulut, akan semakin menggema di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Ya, mantan Plt Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono, bakal mengkampanyekan persatuan dan kesatuan masyarakat Nyiur Melambai, sekalipun menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015 lalu.

Pengalaman menyukseskan Pilgub Sulut 2015 menjadi pelajaran berharga saat akan memimpin ibukota jelang Pilkada serentak 2017. Karenanya, isu SARA dalam Pilkada, akan menjadi ujian Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu.

Memimpin Sulut selama lima bulan, menjadi pelajaran berharga pria kelahiran Tulungagung 22 Februari 1959 itu. Suami Tri Rahayu Sumarsono ini, terkenal dengan senyumnya. Suka pasiar (blusukan, red) dan cepat beradaptasi dengan semua kelompok dan lingkungan baru, merupakan ciri khas gaya kepemimpinan. Kini, pengalamannya di Sulut sebagai Plt Gubernur saat menggantikan SH Sarundajang, kembali akan diuji di ibukota.

Siang kemarin, Sumarsono resmi menempati posisi orang nomor 1 di DKI Jakarta dan melakukan serah terima nota pengantar tugas di Ruang Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Dia menduduki posisi Basuki Tjahaja Purnama. Sebab, pria yang akrab disapa Ahok itu, bakal berlaga di Pilgub DKI. Sehingga, mewajibkannya mengambil cuti kampanye.

Sumarsono, saat ditemui di kantornya di Gedung F, Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat terlihat tetap tenang. Kendati akan memikul tugas berat.

12
Kirim Komentar