27 Okt 2016 09:19

Polemik SMR, Dirut BSG Bungkam

MyPassion
Jeffry Dendeng

MANADO— Direksi dan komisaris PT Bank Sulut dan Gorontalo (BSG) yang baru, masih belum aman. Mereka yakni, Direktur Utama Jeffry Dendeng, Direktur Umum Revino Pepah, Direktur Operasional Welan Palilingan, Direktur Pemasaran Meiky Taliwuna, Direktur Kepatuhan Machmud Turuis. Pun, Komisaris Utama Sanny Parengkuan, bersama anggota Max Kembuan, Peggy Mekel, Rustam Akili dan Fredrik Worang, belum bisa bernapas lega. Polemik soal Sertifikat Manajemen Resiko (SMR) yang belum dimiliki sebagian direksi dan komisaris, menggelinding bak bola panas.

Bahkan, Dirut BSG Jeffry Dendeng saat akan dikonfirmasi koran ini, bungkam seribu bahasa. Tidak memberikan tanggapan berarti. “Maaf. Saya lagi ada acara di luar kantor,” singkat Dendeng via messenger, kemarin.

Ketika akan dimintai konfirmasinya kembali, Dendeng melalui sekretarisnya mengatakan, dirinya akan mengikuti rapat. “Bapak (Jeffry, red) baru saja tiba. Sementara mempersiapkan diri untuk rapat,” beber sang sekretaris semalam.

Sebelumnya, Kepala OJK Sulutgomalut Elyanus Pongsoda membeberkan, jauh sebelum tahap assessment (penilaian, red) Agustus lalu, pihaknya sudah memberitahukan Komisi Remunerasi dan Nominasi (KRN) agar melengkapi SMR calon direksi. “Iya, satu syarat penting yakni belum adanya Sertifikat Manajemen Risiko, yang diperlukan guna mengikuti fit and proper test (FPT) atau uji kepatutan dan kelayakan,” beber Pongsoda.

Ditegaskannya, direktur utama harus sertifikat SMR Level 5. Begitu pula direktur kepatuhan, direktur pemasaran, dan direktur operasional. Sementara itu, direktur umum, dibolehkan hanya memegang sertifikat SMR Level 4. Sedangkan komisaris, minimal memiliki SMR Level 2.

Lanjut Pongsoda, OJK akan mendahulukan direksi dan komisaris BSG yang sudah mendapatkan SMR. Karenanya, masih ada waktu untuk melengkapi bagi yang belum sesuai ketentuan. Bisa ikut ujian dulu. Jadwal ujian SMR yang dilaksanakan di Jakarta setiap Sabtu.

“Ikut saja dulu. Begitu lulus, bisa ambil surat keterangan lulus. Proses keluar sertifikatnya kurang lebih 20 hari. Tidak apa-apa nanti menyusul. Kalau yang sudah lengkap bisa langsung wawancara, jangan sampai jalannya operasional bank terganggu. Kebutuhan adanya pimpinan baru sangat mendesak saya pikir,” tuturnya. 

Dia menjelaskan, yang sulit memenuhi syarat tersebut yakni calon dari pejabat pemerintahan, akademisi, dan sebagainya. Namun yang pernah berkecimpung di dunia perbankan dan memegang jabatan penting, pasti sudah memiliki sertifikat tersebut. “Saya berharap, di minggu berjalan ini sampai pekan depan, seluruh direksi dan komisaris sudah melengkapi persyaratan yang diminta,” pintanya. Sementara, Pemprov Sulut sebagai pemegang saham terbesar, tetap mempertahankan calon pengurus yang disampaikan kepada OJK. Karena, semuanya layak lolos tes kelayakan. (tim mp/vip)

Kirim Komentar