22 Okt 2016 10:10

Menelisik Cerita Rakyat Batu Sio dan Ake Sio

MyPassion
POTENSI: Ake Sio, salah satu sumur tempat mandi bidadari yang masih mengeluarkan mata air terdapat di Kampung Beong Kecamatan Siau Tengah. Sumber mata air masih ada, namun pemerintah daerah melalui dinas terkait tak pernah melirik atau mengelolanya. Foto: Marchella Makasili/MP

Bermula pada abad ke–13, suami istri Lumimuut dan Toar mempunyai dua orang anak yatim yakni Mina Esa dan Andi Polii. Mina Esa kawin dengan orang Kastilani bernama Makisemba. Keduanya, hidup di Tonsawang. Tidak berapa lama, mereka berlayar ke sebelah utara Celebes (Sulawesi) tiba di suatu pulau dan teluk.

TELUK itu disebut Sawang (Siau Timur) karena mengingat tanah tumpah darah mereka Tonsawang. Mereka tinggal di situ, kemudian pada suatu saat berjalanlah keduanya memasuki pedalaman pulau itu dan di sana dijumpainya sebuah batu besar. “Di sekitar batu itulah, Makisemba dan Mina Esa bemukim dan hidup.

Keduanya dikaruniai Sembilan orang anak yaitu, Uta Labo, Uta Haghi, Lekungbulaeng, Naeloh, Linangkulaeng, Wulaeng, Bawingkahe, Neli dan Rasageng,” cerita salah satu Tokoh Muda Pemerhati Budaya di Sitaro, Winton Sagune, kemarin.

Oleh Makisemba batu besar itu, disebut Batu Sio. Hal ini disebabkan karena, setiap anak lahir, plasentanya dalam bahasa daerahnya kakandumang selalu ditanam di bawah batu besar itu. “Setiap anak yang lahir oleh Makisemba, digali sebuah kolam tempat mandi anak-anaknya. Sampai saat ini, sembilan kolam tersebut masih ada sampai sekarang, dan terdapat di suatu tempat bernama Pamua atau Tukadeng di Desa Beong Kecamatan Siau Tengah,” tuturnya.

Sembilan kolam mata air, dalam bahasa daerah disebut Ake Sio. November 1420, ketika Magelhaens pelayar Spanyol tinggal di pulau ini, dia menyebut pulau ini adalah Pulau Siau menurut sebutan nama Batu Siow. Seterusnya, kolam air yang dibuat Makisemba, untuk ke Sembilan orang anaknya juga menjadi tempat mandi dari sembilan bidadari. Demikianlah sebutan Batu Sio dan Ake Sio oleh Makisemba menjadi sebutan Pulau Siau, Magelhaens untuk pulau ini.

Menurut Sagune, Batu Sio dan Ake Sio sangat berpotensi bagi wisata di Kabupaten Kepulauan Sitaro. “Banyak tempat-tempat sejarah jaman dulu bisa dijadikan potensi wisata,” terangnya.(tr-01/gnr)

Komentar
  • MyPassion

    Ibu Solimah Di Majalengka
    23 Okt 2016 14:51

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,saya dari Ibu Solimah sekeluarga mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH KASURI atas bantuanya kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan dan berkat bantuan MBAH KASURI pula yang telah memberikan angka jitu kepada saya yaitu 4D dan alhamdulillah angka yang diberikan mbah bener-bener tembus. sekali lagi makasih ya MBAH buat angka ritual yang MBAH berikan bener- bener dijamin terbukti tembus sehingga saya bisa menang. Berkat angka gaib hasil meditasi ritual MBAH KASURI saya sudah bisa bangkit dari keterpurukan dan juga udah buka usaha yang dijalankan suamiku. kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH di: 0853 4646 0388 atau silahkan KLIK DISINI ramalan MBAH KASURI memang memiliki ramalan GAIB” yang insy allah dijamin tembus 100%. makasih atas tumpanganya moga tetap jp !!!
Kirim Komentar