22 Okt 2016 09:01
Sosiolog: Potensi Perselingkuhan Ketika Pasangan Lebih Intens di Medsos

Awasss, Cerai Akibat Medsos Meningkat

MyPassion

Sementara itu, Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr HWB Sumakul MTh mengingatkan, medsos dan gadget jangan salah digunakan. Dia mengajak peran tokoh-tokoh agama untuk terus mengingatkan jemaat masing-masing. “Ajarkan kepada keluarga-keluarga terkait dampak buruk dari gadget dan medsos,” ungkapnya. Dia mengajak, membangun kehidupan keluarga dengan selalu bersyukur karena kebaikan Tuhan. “Harus tahan godaan. Dengan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap aktivitas sehari-hari dalam hidup rumah tangga,” pungkasnya.

Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur ikut mengkomentari persolan medsos dan gadget ini. Menurutnya, medsos dan gadget seharusnya dipakai sesuai fungsinya saja. “Jangan sampai mengganggu hubungan rumah tangga. Yang pada akhirnya berujung pada perceraian. Artinya, masyarakat jangan salah menggunakan teknologi. Awalnya iseng-iseng tapi lama-lama bisa keterusan,” kata Gafur, semalam.

Dosen Moral Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng Pst Dr Albertus Sujoko MSc mengatakan, banyak penyebab orang selingkuh. Misalnya waktu pacaran sudah terbiasa gonti-ganti pasangan. Bisa juga karena keterpaksaan dijodohkan. Bisa juga fakor ekonomi belum siap, atau masih sekolah maupun kuliah. “Untuk mencegah itu, persiapan perkawinan harus dibentuk dengan sungguh-sungguh. Karena ketika menikah, keduanya harus sudah saling mengenal satu sama lain,” katanya. Sujoko melihat, gadget dan medsos hanya alat yang memudahkan seseorang berselingkuh.(ctr-43/ctr-42/ctr-20/can)

123
Komentar
Kirim Komentar