22 Okt 2016 09:01
Sosiolog: Potensi Perselingkuhan Ketika Pasangan Lebih Intens di Medsos

Awasss, Cerai Akibat Medsos Meningkat

MyPassion

MANADOPOST—Media sosial (medsos), apa pun jenisnya—seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Path, Instagram, BBM, Bigo—mempunyai manfaat. Namun di satu sisi, jika disalahgunakan dapat membawa dampak negatif. Salah satunya merusak hubungan antarpasangan, rumah tangga, hingga perceraian. American Academy of Matrimonial Lawyers pernah mensurvei, perceraian akibat media sosial meningkat sebanyak 80 persen di Amerika. Di Indonesia, angka perceraian dengan alasan medsos juga meningkat dari tahun ke tahun.

Sosiolog Sulut, Lidia Kandowangko membenarkan hal itu. Dia berpendapat, karena medsos berpotensi besar digunakan untuk hal-hal tidak sehat. Apalagi di antara pasangan hanya satu yang melek teknologi. Akibatnya, pasangan lain tidak bisa mengkontrol prilaku menyimpang pasangannya di medsos.

“Salah satu itu perselingkuhan. Mungkin dia bertemu dengan mantannya di medsos atau berkenalan dengan orang baru yang bisa saling memberikan perhatian. Ujung terakhirnya tentu perceraian,” katanya kemarin.

Menurutnya, seiring perkembangan teknologi, interaksi medsos juga berkembang. Ini membuat orang jauh terasa dekat sedangkan orang dekat terasa jauh. Karena ketika orang berfokus di medsos, dia secara otomatis akan meninggalkan relasi sosial. Baik itu dengan pasangan atau pun lingkungan sekitar seperti keluarga.

“Potensi perselingkuhan itu ketika pasangan lebih intens berkomunikasi di medsos daripada pasangannya. Apalagi ditambah ada kejenuhan dengan pasangan,” ungkap Kandowangko.

Lanjutnya, potensi iklan, komunitas dan akses ke hal-hal berbau pornografi juga menjadi pemicu. “Ini juga mengarahkan ke perselingkuhan. Sebenarnya mengenai situs porno sudah ada aturannya. Namun belum dapat menjangkau dan mengontrol situs-situs lain yang masih tetap beroperasi secara bebas,” bebernya.

123
Berita Terkait
Komentar
Kirim Komentar