19 Okt 2016 09:50

2017, Presiden Sambangi Ratatotok

MyPassion
James Sumendap

RATAHAN — Kebun raya di Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra), yang dinamakan Megawati Soekarnoputri, digenjot. Bahkan direncanakan, 2017 mendatang, Presiden Joko Widodo bersama Megawati akan berkunjung ke lokasi bekas tambang mineral PT Newmont ini. Bupati Mitra James Sumendap mengatakan, awal tahun depan pembangunan fisik tahap pertama  kebun raya dengan luas 221 hektar  itu dimulai.

Jika sudah selesai, dipastikan ini menjadi satu-satunya kebun raya eks tambang mineral yang ada di dunia. “Cukup unik. Bekas tambang mineral dijadikan kebun raya,” beber mantan anggota Deprov Sulut ini, kemarin. Soal nama, menurutnya sangat pantas disematkan nama presiden perempuan pertama di Indonesia, Megawati Soekarnoputri. “Sudah kami perda-kan,” sebutnya.

Sumendap pun membeberkan, perjuangan pembangunan kebun tersebut cukup panjang. Diawali dengan Surat Keputusan (SK) Nomor 175/Menhut-II/2014. SK tersebut tentang penetapan kawasan hutan dengan tujuan khusus untuk hutan penelitian, pengembangan, dan pendidikan lingkungan, dalam bentuk kebun raya pada kawasan hutan produksi terbatas di Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Barulah pada 2015 diperkuat lagi dengan regulasi di daerah. “Payung hukumnya dituangkan juga Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Kebun Raya Megawati Soekarnoputri di Ratatotok Kabupaten Kabupaten Mitra Sulut,” ujar Sumendap.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, awal pengembangan kawasan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri ditandai dengan pembangunan jalan menggunakan APBD 2016 sebesar Rp2 miliar. "Itu memang menjadi tanggung jawab Pemkab, sesuai dengan permintaan dari pemerintah pusat," ujar Sumendap.

Lebih lanjut ia menjelaskan, nantinya lokasi itu  akan dibangun sambungan listrik, air bersih, dan akses atau jalan masuk. Ada juga  jaringan listrik dipasang sepanjang empat kilo meter, dengan 165 tiang listrik “Jadi total anggaran ada 400-an miliar yang dibagi dalam beberapa tahapan. Untuk pembangunan fisik tahap satu anggarannya sekira 65 miliar,” terang Sumendap, sembari menambahkan Pemkab Mitra sudah siap membangun kebun tersebut.

Nugroho Laksana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sebelumnya mengatakan, prinsipnya pembangunan kebun raya tergantung kesiapan Pemkab Mitra. "Rincian anggarannya sudah kita hitung. Nantinya jika kesiapan infrastruktur dasarnya sudah ada, pihak Kementerian segera menyiapkan anggaran lainnya," pungkas  Nugroho. (*)

Kirim Komentar