06 Okt 2016 02:30
Perankan Berbagai Tokoh, Maknai Pesan Setiap Cerita

Lestarikan Budaya Lewat Cara Tak Biasa

MyPassion
Nadia Niode / FOTO: Paul Bawole

MANADOPOST - Kebudayaan kian digerus dengan perkembangan zaman. Adat dan istiadat semakin kalah pamor dengan teknologi yang makin berkembang. Generasi Z makin asyik di dimensi maya. Beruntung, Sulawesi Utara masih memiliki anak muda yang bertekad besar seperti Nadya.

Cewek bernama lengkap Nadya Niode ini punya impian yang sangat besar untuk mengangkat kembali serta melestarikan budaya tempat ia dilahirkan.

Di usia yang masih terbilang muda yaitu 13 tahun, Nadya terus menyambung ide agar budaya daerahnya semakin dikenal banyak orang. Ia punya cara khusus agar budaya tak akan punah, yaitu lewat mendongeng. Melalui mimpinya ini, siswi SMA Negeri 9 Binsus Manado tersebut terus memperdalam skill-nya di bidang public speaking. “Semoga ini dapat membantu memprepresentasikan budaya Indonesia,” tutur gadis berkacamata ini.

Sewaktu masih unyu, Nadya ternyata suka baca buku. Kalau cerita dalam buku itu membosankan, ia coba untuk menghidupkan. Begitu pula saat nonton film, Nadya selalu ingin mengubah jalan ceritanya menjadi versi yang gak boring dan gak gampang ditebak penonton. “Kalau bosen, saya cari coba hal-hal baru yang menarik. Misalnya kayak membaca cerita baru,” serunya.

Sebagai anak muda yang open minded, Nadya peka melihat polemik sekarang. Dimana anak muda mulai melupakan budaya tempat kelahirannya. Paradigma inilah yang ingin diubah Nadya. Ia yakin dengan mendongeng bisa jadi cara yang lebih menarik dan tak membosankan. “Melalui story telling kita bisa mengembangkan budaya Indonesia dengan memperkenalkannya kepada negara negara lain,” tutur cewek yang pemilik tubuh mungil tersebut.

Banyak yang masih sepelekan story telling. Padahal menurutnya, story telling bukan hanya aspek intelektual saja yang bertambah tetapi juga kepekaan, kehalusan budi, emosi, seni, daya berfantasi dan imajinasi. “Ini juga bisa meningkatkan minat baca,” tekannya.

Cerita rakyat Indonesia menjadi ‘senjata’ ampuh Nadya bisa lolos top 5 Zetizen National Challenge Sulawesi Utara. “Saya yakin, aksi story telling cerita rakyat ini bisa berdampak besar. Saya membutuhkan media yang tepat agar banyak orang bisa terinspirasi. Dan Zetizen lah jawabannya,” tuturnya.

Kedepannya, ia berharap bisa memiliki sanggar untuk mendongeng dan menceritakan budaya Indonesia. (set/tkg)

Berita Terkait
Kirim Komentar