30 Sep 2016 08:16

Wow!! Tiap Hari, 60 Pekerja Layani 300 Pengunjung

MyPassion

SEJAK pukul 10 pagi, asap mengepul tanpa henti di simpang tiga, Jalan Sudirman, Kecamatan Tikala Ares, Manado. Dari jauh, mobil-mobil mewah berjejeran. Di jam padat, saat makan siang atau malam, pengunjung bakal kesulitan mencari tempat parkir. Itulah kondisi di Bakar Rica. Rumah makan ikan bakar yang selalu ramai pengunjung. Muhammad Reza Thawil, owner Bakar Rica yang kini kesohor sebagai salah satu rumah makan ikan di Manado bisa dibilang sukses.

Belum setahun dia menjalankan bisnis yang sedang menggurita di Manado ini. Apa kunci sukses anak muda kelahiran tahun 1988 ini? Modal awalnya terbilang ‘besar’. Nekat. “Saya awalnya coba-coba dan nekat tentunya,” tutur Reza pada koran ini. Memang nekat. Reza awalnya berdagang perlengkapan sepak bola di sebuah tempat futsal.

Di awal Februari, melihat perilaku masyarakat yang mulai gemar makan ikan, Reza banting stir. Dijual-lah seluruh barang dagangannya dan membuka rumah makan ikan bakar. Pertama buka, Reza hanya menggunakan perlengkapan seadanya. Terpal dan beberapa meja-kursi. Sudah empat kali Reza berpindah tempat. “Mencari tempat yang cocok,” ujarnya.

Reza tahu selera orang Manado. Harus pedas. Makanya, Reza tak membatasi dabu-dabu. Bila di tempat lain dabu-dabu akan disajikan bersamaan dengan ikan, Bakar Rica beda. Dabu-dabu memang sudah diletakkan di meja. Selain menjaga kesegaran ikan yang dipasok dari Maluku, harganya pun sangat terjangkau. Mulai Rp25 ribu sudah bisa menikmati satu paket ikan bakar lengkap dengan nasi dan sayur kangkung cah. Makanya jangan heran bila tempat ini selalu ramai. Tak jarang, Bakar Rica menjadi biang macet di kawasan itu.

Kini, Reza mempekerjakan 50-60 orang per hari untuk melayani pengunjung. Dalam sehari, pengunjung bisa mencapai 300 orang. Kadang-kadang harus antre. Pengunjung tinggal memilih ikan yang diinginkan. Oci, tindarung, goropa, bobara dan menu lainnya. Keuntungannya diprediksi mencapai puluhan juta perhari. Namun, keuntungan itu langsung digunakannya untuk menambah perlengkapan dan fasilitas rumah makan.

Pengunjung rumah makan ini datang dari berbagai kalangan. Bahkan, ada yang warga luar Manado yang menjadikan Bakar Rica sebagai tempat makan wajib bila ke kota ini. “Karena ikannya segar dan dabu-dabunya enak,” kata Dini, warga Kota Bitung. (*)

Kirim Komentar