27 Sep 2016 15:02
Mahasiswa Geothermal dan Farmasi Unima Tuntut Kejelasan Nasib

`Mahasiswa Geothermal Ditipu, Tegakkan Keadilan`

MyPassion
TUNTUT HAK: Mahasiswa Konsentrasi Geothermal FMIPA Unima saat melakukan aksi demonstrasi di halaman Rektorat, kemarin. Foto: Foggen Bolung/MP

MANADOPOST—'Mahasiswa Geothermal Ditipu'. 'Tegakkan Keadilan'. 'Jangan jadi tikus berdasi gemuk'. Itulah sebagian bunyi spanduk dalam aksi demo damai mahasiswa Konsentrasi Geothermal Fakultas MIPA Unima bersama mahasiswa Konsentrasi Farmasi, yang berlangsung di depan pintu masuk Gedung Rektorat, Senin (26/9) kemarin.

Sejumlah mahasiswa ini mempertanyakan kejelasan status mereka terkait surat edaran Pembantu Rektor I yang menyebutkan, mahasiswa Konsentrasi Geothermal akan dialihkan ke Program Studi Fisika. "Kami menolak dipindah. Kami bayar UKT untuk masuk di Program Studi Geothermal. Saat masuk Unima, kami diberitahu akan kuliah di Program Studi Geothermal," teriak salah satu orator.

Mereka pun merasa ditipu, sudah rugi waktu, rugi uang, dan sekarang seenaknya disuruh pindah. Para mahasiswa juga menuntut pihak universitas, agar mengesahkan konsentrasi baik Farmasi maupun Geothermal, supaya menjadi program studi. "Mau tidak mau, Unima harus menjadikan konsentrasi menjadi program studi. Karena sejak awal kami masuk, ada program studi baik farmasi maupun geothermal," katanya.

Sementara itu, Rektor Unima Prof Julyeta Runtuwene ketika menerima mahasiswa menuturkan, ada sejumlah solusi terkait masalah ini. "Kita sudah mengusulkan proposal untuk pembukaan program studi farmasi dan geothermal," jelasnya.

Tapi belum tahu kapan. Karena yang memutuskan Kementerian. Sedangkan ada moratorium pembentukan program studi baru. Rektor menegaskan, tidak akan mungkin ada wisuda lulusan geothermal maupun farmasi jika tak ada izin. "Kami memiliki solusi. Diarahkan ke prodi yang berizin dan banyak kesesuaian. Seperti ilmu fisika untuk geothermal maupun farmasi di ilmu kimia," jelasnya, sembari menuturkan, jika mau menunggu, pihaknya sudah kembali mengajukan pembentukan prodi baru tersebut.(fgn/har)

Komentar
Kirim Komentar