08 Sep 2016 09:59

Teliti Konsumsi Obat

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Peredaran obat illegal atau palsu yang semakin meningkat, membuat pengawasan lembaga terkait wajib diperketat. Sejumlah upaya pun disiapkan guna menjamin rasa tenang masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Jemmy Lampus, mengaku kaget mengetahui peredaran obat palsu sudah sangat mencengangkan. Meski bukan menjadi kewenangan Dinkes sepenuhnya, Lampus memastikan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan. “Tahunya dari media. Saya baru berkoordinasi dengan BPOM terkait hal tersebut. Dalam waktu dekat akan melakukan pemantauan,” terangnya, Rabu (7/9).

Selanjutnya, pengawasan obat dan makanan akan semakin diperketat oleh BPOM. Pihaknya akan terus melakukan koordinasi. Dia memastikan, jika kemudian ditemukan adanya indikasi lanjutan, pasti akan dilibatkan aparat hukum. Sebagai jendela informasi, intelijen dipastikan akan dimintai bantuan untuk mengawasi. “Karena memang kita belum pernah mendapat laporan. Jadi agak sulit mendapati. Nanti sekarang baru kita tahu ternyata peredaran obat palsu di Sulut sudah sebanyak itu,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk ambil bagian. Memberikan informasi serta semakin teliti dalam membeli obat. “Masyarakat jangan ragu-ragu mendatangi pusat-pusat kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit untuk sekadar meminta informasi. Kita harapkan ke depan ini dapat ditekan,” tukas Lampus.

Sementara itu, dari pengamatan dan hasil survei Dinkes Minahasa, tidak beredar obat ilegal di daerah tersebut.
Kepala Dinkes Minahasa dr Dewi Kaunang MKes mengungkapkan, pihaknya sejauh ini belum mendapati adanya peredaran obat ilegal tersebut. "Sejauh ini kami belum mendapatinya, sejumlah obat-obatan yang ada dalam jangkauan pengawasan kami, semuanya legal," ujarnya.
Karena, jalur distribusinya jelas.

123
Komentar
Kirim Komentar