19 Jul 2016 09:16

Lihat Nih, 4 Personel Polda Dipecat!!

MyPassion
TEGAS: Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Mapaung memimpin langsung upacara PTDH anggotanya yang kedapatan dan terbukti tak disipilin, Senin (18/7) kemarin di halaman Mapolda.

MANADO – Reward (penghargaan) bagi personel berprestasi dan punishment (hukuman) bagi yang melakukan pelanggaran, tetap berlaku di lingkungan Polda Sulut. Seperti di Mapolda, Senin (18/07) kemarin pagi, seluruh Sekretaris dan Operator Program Quick Wins di Polda Sulut dan jajaran mendapatkan penghormatan, karena berhasil meraih nilai baik dari Mabes Polri. Namun pada kesempatan yang sama, juga digelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Wilmar Marpaung SH, terhadap empat Anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik profesi.

Empat Anggota Polri yang dijatuhi sanksi PTDH yaitu, Aipda Suryadi Kahar, Briptu Giguk Laksmono (keduanya Anggota Satbrimob Polda Sulut), Bripda Yudianto Midu (Anggota Ditpolair Polda Sulut) dan Bripda Eko Wahyu Budianto (Anggota Biro Rena Polda Sulut).

Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri bagi keempat pelanggar tersebut telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya, kemudian dipertegas dengan Surat Keputusan Kapolda Sulut Nomor: Kep/122 s.d. 126/VI/2016, tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Dinas Polri, Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 23 Juni 2016.

Dari empat pelanggar, hanya Bripda Eko Wahyu Budianto yang hadir dalam upacara PTDH tersebut, sedangkan tiga lainnya bersifat inabsensia. Di dampingi kasubbid dan dua anggota provos, Kapolda Marapaung kemudia menanggalkan pakaian dinas beserta atribut Polri Bripda Eko Wahyu Budianto, dan menggantinya dengan pakaian sipil.

Jenderal bintang satu ini dalam arahannya, sangat menyayangkan adanya sanksi PTDH. "Namun peraturan dan hukum yang berlaku harus kita junjung tinggi. Yang berprestasi diberikan penghargaan, yang bersalah mendapat hukuman,” tegasnya.

Kapolda mengimbau, sanksi PTDH ini bisa dijadikan pelajaran berharga. “Perlu diingat bagi personel lainnya, kita direkrut menjadi anggota Polri dan PNS melalui ujian dan pendidikan yang sangat berat. Jangan sia-siakan pengorbanan serta perjuangan kita. Semoga ini merupakan PTDH terakhir di Polda Sulut dan jajaran,” pungkas Marpaung.(gnr)

Kirim Komentar