11 Jul 2016 09:34

Menantu di Tengah Banyak Kontradiksi

MyPassion

"Jabatan" utamanya adalah menantu. Tapi di mata Donald Trump Jared Kushner  melebihi ketua tim pemenangan pemilunya. Mungkin Jared juga tidak mau namanya tertulis sebagai tim kampanye. Secara formal. Tapi dialah yang serba menentukan. Jared Kushner, 35 tahun.

Muda, tinggi, ganteng, atletis dan kaya raya. Sejak sebelum menjadi menantu orang kaya.
Jared memang terkenal bukan karena menjadi menantu Trump. Ia terkenal karena masih begitu muda sudah menjadi raja properti. Di New York pula. Bukan soal kayanya saja. Tapi juga karena cara mengembangkan perusahaannya. Terutama caranya bernegosiasi. Agresif, keras dan tidak mau kalah. Di umur 26 tahun, tiga tahun sebelum menikahi Ivanka Trump, Jared sudah bikin heboh: membeli gedung pencakar langit di jalan paling bergensi di New York: Fifth Avenue. Nomor 666. Hanya tiga blok dari gedung milik calon mertuanya saat itu: Trump Tower. Nomor 725. Saat di New York saya pernah mencoba jalan kaki dari nomor 666 ke 725. Mengarah ke Central Park. Hanya 6 menit. Jalan kaki di Fifth Avenue satu jam pun tidak terasa.  Inilah sebuah jalan yang kalau musim gugur mirip cat walk.

Pejalan kaki di situ seperti peragawati: pakaian mereka secantik butik-butik di kanan kiri jalan itu. Waktu Jared membeli pencakar langit No 666, kegemparan terjadi. Itulah pembelian termahal sebuah gedung saat itu.  Tahun ini rekor itu dikalahkan oleh pembelian hotel paling bergensi di New York, Waldorf Astoria. Yang membeli  perusahaan Tiongkok.  Cara negosiasi Jared juga mengesankan Trump.

Sejak sebelum Jared menjadi menantunya. "Melihat cara dia negosiasi, saya seperti melihat diri saya pada diri anak itu," kata Trump seperti ditulis The New York Times pekan lalu. Bukan berarti Jared terus-menerus  menang.  Suatu saat dia terlibat perselisihan yang rumit. Partnernya juga tidak mau kalah. Akhirnya dia menantang partnernya untuk menyelesaikannya dengan duel. Bukan duel cara lama adu tembak. Tapi duel panco.  Partnernya melayani. Jared kalah.

Itu yang membedakannya dengan Trump. Calon presiden dari partai Republik ini terkenal justru karena gertakan hukumnya. Sedikit-sedikit Trump mengancam partnernya untuk diperkarakan.
Dan itu bukan gertak sambal.

123
Kirim Komentar