04 Jul 2016 09:13
`Kisah` Manado-China Mulai Hari Ini

Selamat Datang Era Baru Sulut

MyPassion
Suhendro Boroma

ERA baru telah tiba. 205 turis asal China turun dari pesawat Boeing 737 900ER milik maskapai Lion Air di Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado. Tadi pagi (4/7) pukul 06.40, era baru itu dimulai.

Itu penerbangan perdana Macau-Manado yang dilakukan  Lion Air. Selain ke Macau, Lion Air akan terbang dari Changsa, Chongqing,  Wuhan, Chengdu, Shenzhen, Guangzhou, dan Shanghai ke Manado. Total yang sudah terjadwal Lion akan melakukan 246 flight dari delapan kota tadi ke Manado. Secara resmi, Lion telah memulai penerbangan Manado-China kemarin (3/7), pukul 11.30.

Lion memilih kota-kota utama di China untuk dihubungkan dengan Manado.

Bersama Beijing, Shanghai, dan Tianjin, Chongqing kota selevel provinsi yang langsung di bawah kendali pemerintah pusat Tiongkok. Kota di Provinsi Sichuan ini berpenduduk 28,8 juta. Pernah jadi ibukota China pada masa perang dunia kedua.

Changsa, ibukota Provinsi Hunan di Selatan Tiongkok. Penduduk 6,01 juta, dengan GDP per kapita masuk kelas atas: USD12.313.

Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah. Pernah jadi ibukota China di masa Koumintang, pusat pertanian modern di China, berpenduduk 9,1 juta.

Guangzhou, ibukota Provinsi Guangdong. Kota terbesar dan termaju di Tiongkok Selatan, sering disebut ibukota Canton. Pernah jadi kota terbesar di dunia pada awal abad ke-19, dengan penduduk saat ini 12,9 juta.

Chengdu. Ini kota wisata yang memikat di perbatasan dengan Tibet. Shenzhen, kota di depan Hong Kong. Deng Xiaoping memulai modernisasi dan percepatan pembangunan ekonomi China dari kota ini. Dari desa nelayan, kini jadi kota sangat modern, rumah dari ribuan pabrik skala terbesar, mewajibkan polwan harus cantik nan ramah, dan melarang sepeda motor lalu lalang di jalanan.

Macau, kota judi nomor satu di dunia, bersaing dengan Las Vegas yang dijuluki Sin City di Nevada, Amerika Serikat. 

Bagaimana dengan Shanghai? Ini kota terbesar dan termaju di China. Mungkin di dunia. Shanghai seperti New York-nya Tiongkok. Berpenduduk 24,1 juta, ibukota imperium perusahan nasional dan multinasional China. Shanghai kota pelabuhan, keramaiannya setara Singapura dan Rotterdam, Belanda. Kini salah satu kota termahal di dunia, dengan  GDP per kapita USD15.880. 

Dari dan ke kota-kota itu Lion Air terbang ke Manado. Bisa dibayangkan potensi turisnya. Total seantero Tiongkok, tahun ini diperkirakan 150 juta turis yang haus ke berbagai negara. Sementara wisman yang masuk Indonesia tahun lalu belum genap 15 juta.

Salut kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) dan Wagub Steven Kandow (SK). Belum genap satu semester memimpin Sulut, langsung membuat upaya nyata. Sulut, khususnya Manado segera bisa menjadi pusat wisata di Indonesia setelah Bali. Ini mimpi, cita-cita dan dambaan puluhan tahun. Sudah ditekadkan oleh beberapa gubernur sebelumnya. Sejak gubernur almarhum CJ Rantung yang mencanangkan visi Sulut outward looking. Hingga gubernur Sinyo Sarundajang yang menggelar World Ocen Conference (WOC) dan pulahan event nasional dan internasional lainnya. Harapannya Manado jadi internasional hub agar  Nyiur Melambai dibanjiri turis. 

OD-SK-lah yang mewujudkannya. Kegigihan dan kiat  Gubernur Olly mewujudkan penerbangan ini patut diacungkan jempol. Khususnya perjuangan menembus sulitnya izin penerbangan dari Kementerian Perhubungan. Tidak mudah menembus liku-likunya. Tapi Olly memperlihatkan kelasnya: Pelobi dan petarung yang pantang menyerah. Menteri Ignasius Jonan memberikan izin terbang dari kota-kota tadi ke bandara Manado.

Warga Sulut sepatutnya berterima kasih kepada Lion Air. Khususnya kepada Rusdi Kirana, Chairman and Co-Founders Lion Grup. Sudah lama Rusdi berkomitmen memajukan Sulut. "Tidak ada cara lain memajukan Sulut. Harus lewat pariwisata," kata Rusdi dalam berbagai kesempatan. Usai menandatangani pembelian 230 unit pesawat Boeing yang disaksikan Presiden Barrack Obama di sela-sela KTT APEC di Grand Hyatt Nusa Dua Bali, 18 November 2011, Rusdi bukannya menyampaikan soal pembelian yang memecahkan rekor di industri dirgantara itu. "(Pembelian pesawat) ini bagian dari rencana kita untuk mewujudkan Manado sebagai hub untuk penerbangan Lion Grup dari dan ke Asia Pasifik," katanya (Manado Post 19 November 2011).

Tekad itu beberapa kali diutarakan kepada Gubernur Sulut saat itu, Sinyo Sarundajang. Menjelang dan setelah pelaksanaan WOC. Pun ditegaskan Rusdi saat bersama Dirut Lion Grup Edward Sirait berdialog dengan pimpinan puncak Jawa Pos di Graha Pena Surabaya, akhir November 2011. 

123
Kirim Komentar