11 Mei 2016 10:17

Strawman Indonesia

MyPassion

BUKAN, judul di atas bukanlah judul film superhero baru Indonesia. Lagi pula, emangnya film komedi kok superhero namanya terdengar seperti ‘Manusia Sedotan’?

Bukan juga, judul di atas bukan berarti tulisan ini tentang pria penjual sedotan di Indonesia. Sekreatif apa pun saya dalam menulis, rasanya sulit menulis satu kolom penuh tentang sedotan.

Lalu apa maksud judul di atas? Sebelum saya membahas artinya, mungkin saya menjelaskan dulu inspirasinya.

Seperti biasa, saya sumpek (penat, puyeng, sebel) membaca berita-berita ‘nasional’ Indonesia. Bagaimana tidak. Isinya orang berantem, serba menyalahkan, dan selalu tentang hal-hal yang belum tentu relevan untuk kebaikan dan kemajuan masyarakat kita secara keseluruhan.

Seolah-olah, di sini orang lebih memusingkan masalah hina-menghina daripada memelototi masalah-masalah layanan masyarakat atau pembangunan.

Seolah-olah, di sini orang lebih memusingkan apa kata orang lain di sosial media daripada memusingkan betapa banyaknya lubang-lubang berbahaya di jalanan kita.

Kalau bukan soal berantem dan menyalahkan, berita yang heboh justru membuat kita semakin ngeri. Mulai maraknya kasus-kasus pelecehan dan kejahatan seksual.

Dampak dari negara yang seolah tanpa tujuan dan ketegasan? Entahlah…

Dan seperti biasa, kehebohan-kehebohan itu memberi dampak-dampak lain yang menyebalkan.

Para petinggi saling mengklaim peran terhadap sesuatu yang belum tentu mereka lakukan. Para petinggi saling berlomba mengeluarkan statement untuk menghujat mereka yang dianggap jahat. Para petinggi saling berebut perhatian dan sorotan, berlomba-lomba menunjukkan bahwa merekalah yang paling peduli.

Semoga masyarakat kita memang semakin pintar, bisa memilah-milah mana yang serius dan mana yang pura-pura.

123
Komentar
Kirim Komentar