01 Des 2015 08:15
Eks Dirreskrimsus Diduga Terima 1 Miliar

Wah...Eks Katimsus Buat Pengakuan Mengejutkan di Persidangan Kasus Pencurian Uang BNI

MyPassion
DIPERIKSA: Terdakwa mantan Katimsusn Maikel saat sidang di PN Manado, Senin (30/11).Foto: Jufri Kasumbala/MP

MANADO— Sidang kasus pencurian barang bukti uang milik Bank BNI senilai Rp2 miliar, kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Manado, kemarin (30/11). Di hadapan Ketua Majelis Hakim Verralynda Lihawa, terdakwa mantan Kepala Tim Khusus (Katimsus) MM alias Maikel mengaku, eks Dirreskrimsus Polda berinisial YL menerima aliran dana tersebut.

 

“Uang saat itu ada dua miliar. Terus kami bagi Rp800 juta untuk anggota Timsus dan Rp200 juta untuk penyidik. Satu miliar kami serahkan kepada Pak Lululangi,” beber Maikel.

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadi Prawoto dan Mudeng Sumaila, juga menghadirkan dua orang saksi. Juhadi dan Jefri Mantong, anggota polisi yang diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) lantaran kasus serupa.

Terungkap dalam persidangan, kedua saksi telah mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang menyatakan Lululangi menerima uang Rp1 miliar. Dengan memberikan surat tembusan kepada hakim. Namun hakim menilai ada yang janggal. Kenapa surat pencabutan keterangan di BAP saat sidang dengan terdakwanya Maikel. Keduanya beralasan, mereka ingin membuka kasus ini secara terang-menderang. "Kami sudah berjanji kalau kami akan menceritakan yang sebenarnya. Bahwa yang memaksa kami untuk mencabut laporan adalah terdakwa Maikel. Kami dijanjikan oleh Maikel akan diaktifkan kembali sebagai polisi,” aku keduanya.

Pengakuan keduanya dibantah Maikel. MenurutnyaLululangi lah yang memerintahkan pencabutan BAP tersebut. Dengan persyaratan, apabila keterangan dicabut maka saksi dan terdakwa akan diaktifkan kembali sebagai polisi. "Tawaran tersebut datang dari Dirkrimsus. Saya juga dijanjikan akan diberikan uang Rp500 juta dan akan ditambah Rp400 juta," ungkap Maikel.(ctr-07/tan)

Komentar
Kirim Komentar