26 Nov 2015 08:02
DPRD Pertanyakan Putusan Pleno Berubah-ubah

Tuuk: Kalau Kacau, KPU dan Bawaslu Sulut Harus Tanggung Jawab

MyPassion
TEGANG: Suasana rapat dengar pendapat Komisi I Deprov Sulut dengan KPU dan Bawaslu Sulut, kemarin.

MANADO—Komisi I Dewan Provinsi (Deprov) Sulut memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut, Rabu (25/11) kemarin. Dari berbagai hal yang dibahas, salah satu yang menjadi topik pembicaraan hangat yakni terkait keputusan KPU dan Bawaslu terhadap status pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud yang akhirnya di-TMS-kan.

Pantauan koran ini, Wakil Ketua Komisi I Kritovorus Decky Palinggi yang juga politisi Golkar terus menanyakan alasan putusan pleno yang berubah-rubah. Tak kalah ‘menggigit’, politisi PDI Perjuangan Jems Tuuk tegas mengatakan jika terjadi kekacauan di Pilkada Sulut terlebih di Manado, maka KPU dan Bawaslu harus bertanggung jawab. “Ada apa ini. Kenapa dari MS kemudian TMS, MS lagi dan TMS? Dengan situasi politik seperti ini, kalau terjadi kekacauan Bawaslu dan KPU Sulut harus bertanggung jawab,” tegas Tuuk.

Apa yang dipertanyakan, langsung diklarifikasi Ketua KPU Yessy Momongan dan Ardiles Mewoh serta ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda.  Di sisi lain, saat hearing berlangsung terpantau sejumlah pendukung Imba-Boby berada di halaman kantor Deprov Sulut. Bahkan, ada yang ikut masuk ke ruang rapat II yang dipimpin Ketua Komisi I Drs Ferdinand Mewangkang serta pimpinan Deprov Stefanus V Runtu, Wenny Lumentut dan Marthen Manopo. Khawatir akan keselamatan, Yessy Cs akhirnya dievakuasi ke luar Gedung Deprov dengan pengawalan Tim Barracuda.(ctr-09/lyw)

Komentar
Kirim Komentar