21 Nov 2015 09:00

Dituding Ngintip Kamar Calon taruni, Pemuda Mitra Dianiaya Senior di kampus

MyPassion

RATAHAN—Penganiayaan kembali terjadi. Korbannya Desril Walangow (19), warga Desa Buku, Jaga IV, Kecamatan Belang, Mitra. Desril dianiyaya para seniornya di Akademi Politeknik Perikanan Bitung (APPB).

Disahkan Desril kepada wartawan, Jumat (20/11) kemarin, dirinya dianiaya kakak tingkatnya selama 2,5 jam di halaman kampus APPB. Menurutnya, dia dituding mengintip kamar tidur calon taruni. "Padahal saya tidak melakukan hal seperti itu. Karena jam itu saya sudah tidur, mengingat akan lakukan piket besok harinya," aku korban yang saat itu didampingi orang tua dan aktivis Mitra Fitri Tawo.

Kemudian saat baru bangun pagi, kata Desril dirinya diperlakukan dengan kasar. “Saya ditendang, tak layaknya sebagai manusia," ungkapnya.

Dia juga mengaku pernah disandera para seniornya untuk mengakui perbuatan yang tidak dilakukan. "Saya tak berdaya saat itu. Saya bahkan memanggil pendeta dan meminta didoakan agar tidak terjadi apa-apa," tambah Desril.

Sementara ibu korban  memastikan, anaknya mengalami penganiayaan berat sehingga sampai saat ini, belum bisa menggerakkan rahangnya. "Kita sudah melakukan visum, dan kita akan lanjutkan ke ranah hukum," tuturnya.

Fitri Tawo juga menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakoni para senior korban di akademi tersebut. "Ini merupakan bentuk kekerasan. Kami akan lakukan upaya hukum," tambah Tawo.

Terpisah, Bupati Mitra James Sumendap ketika mendengar kejadian ini, langsung memerintahkan pengacara Ven Rogahang, agar bersama korban melapor kejadian ini ke Polda Sulut. "Esok (hari ini, red) pengacara dan korban harus melaporkan kejadian ini ke Polda. Karena ini sudah menyangkut kekerasan yang tidak bisa dibiarkan," tegas Sumendap.

Diketahui, kejadian ini direkam dalam sebuah video dan di-upload ke dalam Group Kerukunan Kawanua Minahasa Tenggara (KKMT) di Facebook. Dalam video tersebut, menunjukkan penganiayaan sadis itu dilakoni lebih dari satu orang.(ctr-14/gnr)

Komentar
Kirim Komentar