09 Nov 2015 09:30

Belanja Pemerintah Pendorong Ekonomi Daerah

MyPassion
Oleh: Noldy Tuerah

KONDISI riil ekonomi daerah dapat direfleksikan langsung dari melihat situasi yang terjadi sehari-hari di pasar tradisional dan modern.

Situasi hiruk pikuk di pasar tradisional tidak berubah. Kata para pedagang, hanya kelihatan banyak orang lalu-lalang di dalam pasar, tapi omzet penjualannya berkurang. Pengunjung pasar hanya terbatas membeli bahan kebutuhan pokok, tapi jumlahnya berkurang. Karena uang untuk dibelanjakan terbatas.

Suasana mal dan pasar modern kelihatan ramai, saat istirahat kantor siang dan menjelang malam. Pengunjung hanya mencari makan dan istirahat di tempat yang dingin dan nyaman, menghindari udara panas di luar.

Kenyataan riil terjadi di pasar, konsisten dengan laporan hasil survey BPS. Kondisi ekonomi Sulawesi Utara dari sisi permintaan, dominan ditopang oleh konsumsi masyarakat. Proporsinya hampir 50 % pada triwulan II, 2015. Namun, pertumbuhannya pada triwulan I sebesar 6.16 % kemudian menurun menjadi 5,71 % triwulan II.

Peran investasi, proporsinya pada triwulan II sebesar 34,91 % dan cenderung pertumbuhannya meningkat dari 4,68 % triwulan I naik menjadi 5,88 % pada triwulan II. Ekspor hanya sebesar 16,39 %, dan menunjukan tren menurun sejak triwulan I.

Belanja pemerintah proporsinya hanya sebesar 16,71 %. Pertumbuhannya meningkat dari  7,19 % pada triwulan I menjadi 8,32 % pada triwulan II.

Diamati dari sisi permintaan, struktur ekonomi Sulawesi Utara masih didominasi oleh sektor primer (pertanian, kehutanan, dan perikanan) dengan sharenya 22,02 %, dan pertumbuhannya cenderung meningkat dari 4,0 % triwulan I menjadi 4,83 % triwulan II.

Berita Terkait
Komentar
Kirim Komentar