01 Okt 2015 11:22
Buku Curhat Menantu Konglomerat

Dipercaya untuk Tidak Mendekati Bisnis

MyPassion

INILAH buku baru yang begitu diluncurkan minggu lalu langsung menjadi bahan bisik-bisik di kalangan konglomerat Indonesia. Sebagian isinya memang ‘sexy’. Bagus untuk jadi bahan gosip: curhat habis-habisan seorang menantu tentang mertuanya. Menariknya, sang mertua adalah konglomerat yang begitu besar: Dr Mochtar Riyadi. Dan sang menantu adalah juga konglomerat yang merasa tertekan: Dr Tahir.

Maka, kalau membaca buku ini, sebaiknya jangan hanya di bagian yang sexy itu saja. Bisa salah paham. Bisa mendapat kesan yang mengganggu pikiran: Begitu burukkah hubungan mertua dan menantu ini? Begitu negatifkah seorang menantu menilai mertuanya?

Buku ini berjudul ‘Dato Sri Prof Dr Tahir, Living Sacrifice’, diterbitkan Gramedia. Ini memang buku biografi Dr Tahir, pengusaha kelahiran Surabaya itu. Penulisnya seorang wartawati dan novelis yang sangat produktif: Alberthein Endah. Alberthein inilah yang juga banyak menulis buku biografi tokoh Indonesia, termasuk Ibu Ani Yudhoyono.

Mungkin, pada intinya, Dr Tahir ingin sekadar klarifikasi: bahwa kejayaannya saat ini bukanlah karena uang dari mertua. Tahir, rupanya, sangat risi dengan omongan seperti ini: Enak ya jadi menantu konglomerat, pasti diberi banyak modal dari mertua. Tahir, menurut buku itu, perlu klarifikasi demi kehormatan dan martabat dirinya, keluarganya, dan terutama anak-anaknya.

123
Berita Terkait
Kirim Komentar