09 Jul 2015 02:46

Honda Tuding Rossi Licik

MyPassion
DUEL MAUT: Detik terakhir balapan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di sirkuit Assen, Belanda

LONDON, – Perseteruan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi menyusul insiden senggolan di lap terakhir Grand Prix Belanda dua pekan lalu sejatinya sudah selesai. Namun, tim Honda malah memanasi lagi hubungan antar kedua pembalap dengan memberikan komentar pedas kepada Rossi. Menurut Honda, Rossi bertindak kurang sportif karena sudah punya niat memotong tikungan agar bisa juara di Assen, Belanda.

Marquez memang sempat protes dan menganggap dirinyalah yang juara di Assen karena tindakan Rossi memotong tikungan adalah tidak sah. Sementara Rossi berkilah bahwa ia tak punya pilihan selain terus melaju meskipun harus memotong jalur. Menurut “The Doctor”, tindakan yang dilakukan sah karena ia berada di depan Marquez ketika senggolan terjadi.

Nah, menjelang seri berikutnya di GP Jerman, Honda mencoba membuka luka itu kembali. Mereka memang belum bisa melupakan kekecewaaan karena gagal merebut gelar juara lagi semenjak Marquez menang di Aragon. Tak heran, mereka kembali melontarkan komentar panas menjelang balapan di Sachsenring akhir pekan ini.

"Marc mengatakan sudah menyiapkan aksi itu sepanjang akhir pekan. Sementara Valentino berkata, sudah menduga akan ada aksi itu. Saya sulit untuk berpikir bahwa Rossi tidak siap untuk kejadian itu," ungkap Prinsipal Tim Honda, Livio Suppo seperti dilansir crash.

"Mari anggap saja dia sudah dengan berhati-hati mempertimbangkan kemungkinan itu. Cara dia meluruskan laju motornya dan membuka gas secara serempak adalah indikasinya. Dia melakukan semuanya terlalu cepat untuk menyebut itu adalah tindakan yang tidak direncanakan. Dia sangat licik," lanjut Suppo berapi-api.

Suppo sudah lama mengenal Rossi yang menurutnya adalah seorang pembalap yang licik, dan sering melakukan hal yang tidak dipikirkan orang lain. Sementara Marquez adalah tipe pembalap text book yang selalu memperhitungkan semua aksinya dari awal.

“Tapi itu tidak cukup. Valentino adalah juara dengan tipu muslihat dengan meluruskan laju motornya menuju gravel, begitu dia melihat Marc mendekat. Tabrakan itu tidak keras, itu cuma senggolan, jadi Valentino tidak mendapat dorongan yang membuat dia keluar lintasan. Dia keluar lintasan dengan sengaja," kata Suppo.

Insiden ini menurutnya bukan yang pertama kali. Dulu, Rossi juga pernah terlibat kasus yang hampir serupa dengan Casey Stoner di Laguna Seca pada tahun 2008. Saat itu Suppo dan Stoner jadi bagian dari tim Ducati.

"Valentino selalu bagus dalam membuat beragam hal berjalan sesuai maunya. Di Laguna Secca 2008 Casey Stoner lebih cepat satu detik setiap lap, tapi Rossi yang memenangi balapan. Bisa dibilang Rossi punya kemampuan untuk membuat hal-hal yang mengejutkan," pungkasnya. (dim/indopos)

Komentar
Kirim Komentar