03 Mei 2015 01:54
Bukit Kasih Kanonang

Wisata Religi Ikon Kerukunan Beragama di Sulut

MyPassion
SIMBOL KERUKUNAN: Bukit Kasih Kanonang banyak dikunjungi pelancong lokal dan mancanegara.

                                               Laporan: Foggen Bolung, Kanonang.

 

Sulut disebut laboratorium kerukunan beragama Indonesia. Meski dikepung wilayah konflik, kerukunan Sulut tetap terjaga. Bukit Kasih Kanonang jadi simbolnya.

Di tebing terjal itu, asap belerang melayang-layang. Lima bangunan ibadah tiap agama Indonesia, berdiri kokoh di puncak. Dengan 2.435 anak tangga, menjadikan objek wisata religi ini, menarik dikunjungi. Adalah Bukit Kasih Kanonang, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa.

Bukit Kasih pertama kali diprakarsai mendiang mantan gubernur Sulut AJ Sondakh. Mulai dibangun tahun 2000. “Awalnya hanya pemandian biasa. Namun akhirnya dijadikan sebagai tempat wisata religi yang sekarang menjadi simbol Sulut sebagai daerah rukun dan damai,” ungkap pengelola objek wisata Wiebe Salomonsz. Kepada Manado Post, dia menceritakan pengembangan objek wisata ini. “Saya pengelola keempat tempat ini. Lokasi ini sempat terabaikan, bahkan hampir tidak ada pengunjung. Namun setelah ditata kembali, akhirnya sekarang sudah kembali menjadi objek wisata unggulan di Sulut bahkan Indonesia,” ujarnya.

Awalnya, jelas Salomonsz, Bukit Kasih dibangun di atas hutan lindung seluas 22 hektar. Sekarang sudah ketambahan 10 hektar. Lokasi ini merupakan pegunungan dengan kandungan belerang sangat tinggi. “Tepat di belakang bukit ini, terdapat Gunung Soputan, yang mungkin asal belerang ini,” ungkapnya. Terdapat monumen dengan lima sisi menggambarkan lima agama. “Dengan lima bangunan yang mewakili lima agama di puncak bukit belerang,” tuturnya. Namun, lanjut Salomonsz, masih ada kekurangan. Yakni soal akses jalan. Dia minta pemerintah memperhatikannya. Sebenarnya kata dia, banyak pelancong lokal bahkan mancanegara yang mengunjungi Bukit Kasih. Sayangnya, mereka mengeluhkan akses jalan. “Mereka mengeluh jika datang dengan mobil besar dan berpapasan dengan mobil lain. Jalannya sangat kecil. Nanti kan jika akses datang bagus maka akan menarik pengunjung,” jelasnya.

Diketahui, untuk menjangkau lokasi ini, hanya diperlukan waktu sekira satu setengah jam dari Manado. Karcis masuk terbilang sangat terjangkau. Hanya Rp1000 per orang. Selain wisata religi, juga terdapat kolam renang air panas dan terapi belerang. “Pengunjung bisa mencicipi langsung jagung dan telur yang direbus di air panas alami belerang,” pungkas  Salomonsz. (***)

Kirim Komentar