02 Nov 2014 11:35

Pentingnya Medical Cek Up Jantung

MyPassion

Oleh

dr. Starry H. Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS

Kata medical cek up tentu sudah tak asing lagi di telinga kita sehari-hari. Namun walaupun sudah tak asing bagi kita, masih saja ada di antara kita yang masih bingung dan bertanya-tanya mengenai arti dari medical check up tersebut. Untuk itu pada saat ini kita akan membahas apa itu medical check up dan seberapa pentingnya medikal check up bagi kita khususnya medical check up jantung.

          Medical check up pada dasarnya adalah pemeriksaan kesehatan. Dalam dunia kesehatan medical check up diartikan sebagai tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari kekecewaan dan kerugian yang disebabkan oleh gangguan kesehatan yang mendadak di masa yang akan datang. Medical Check up dapat kita lakukan secara berkala, minimal satu tahun sekali agar kondisi kesehatan kita selalu terpantau dengan baik. Selain itu ketika kita melakukan medical check up kita dapat mengetahui secara dini penyakit yang menyerang kita dan tentunya hal ini akan sangat bermanfaat bagi diri kita karena akan segera teratasi. Salah satu contoh kita dapat melakukan medical cek up jantung.

          Seperti yang kita ketahui penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia. Di negara kita Indonesia khususnya data yang ada pada badan kesehatan dunia (WHO) tercatat bahwa 30% dari total kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Oleh sebab itu medical cek up untuk jantung sangatlah teramat penting agar kita dapat mendeteksi sejak awal dan dapat mencegah sedini mungkin resiko yang akan didapatkan dari penyakit jantung ini.

          Adapun medical check up untuk jantung yang dapat kita lakukan yaitu:

1.      Anamnesa

Anamnesa adalah istilah di bidang kesehatan yang berarti tanya jawab seperti keluhan kita yang mungkin mengindikasikan ke arah penyakit jantung, riwayat penyakit kita di masa lampau, faktor-faktor yang memberatkan (hipertensi, diabates melitus, asam urat, kolesterol dan menopause bagi wanita), dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga yang memiliki hubungan darah langsung dengan kita.

2.      Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik jantung bertujuan untuk mendeteksi apakah ada kelainan pada jantung seperti tanda-tanda payah jantung seperti pembengkakan jantung, adanya bunyi katup jantung yang tidak normal tanda kebocaran katup jantung, ataupun letak jantung yang tidak normal.

3.      Elektrokardiogram (EKG)

Pemeriksaan EKG adalah pemeriksaan kesehatan terhadap aktivitas elektrik listrik jantung. Pemeriksaan EKG ini digunakan untuk membuat grafik rekaman aktivitas    listrik jantung yang ditangkap oleh elektroda ketika mencapai kulit. Pemeriksaan EKG ini tujuannya adalah untuk melihat aktivitas listrik jantung, menemukan penyebab terjadinya nyeri dada yang mungkin disebabkan oleh serangan jantung mendadak, membantu mendeteksi gangguan irama jantung, sumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah jantung, serangan jantung termasuk menentukan letak serta luas terjadinya serangan jantung.

4.      Treadmill Test

Tes treadmill adalah pemeriksaan EKG dengan pemberian beban atau stres pada jantung atau juga biasa disebut pemeriksaan rekaman jantung saat beraktivitas (lari). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi apakah kita menderita penyakit jantung koroner, adanya kelainan listrik jantung serta dapat memberikan informasi kapasitas fungsional kita sehingga bisa memberikan gambaran tentang prognosis kemungkinan arah perjalanan penyakit jantung yang kita derita.

5.      Ekokardiografi

Ekokardiografi adalah pemeriksaan jantung dengan alat ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kondisi jantung kita karena pemeriksaan ini dapat melihat hampir semua struktur susunan jantung, seperti dapat melihat bagaimana ketebalan otot jantung, bagaimana kondisi katup jantung, adakah kebocoran pada daerah katup jantung, penyempitan katup jantung, adakah katup jantung yang patah, bagaimana kondisi rongga jantung, adakah pembesaran jantung, melihat kondisi pembuluh aorta, bahkan ekokardiografi juga dapat melihat adanya hal-hal yang tidak normal lainnya dalam rongga jantung seperti tumor atau gumpalan darah dan juga dapat menilai fungsi jantung dan kemampuan pompa jantung.

6.      Kateterisasi Jantung

Gunanya untuk mendeteksi apakah jantung pasien sudah terjadi sumbatan yang bermakna (lebih dari 70%) di pembuluh darah koroner sehingga perlu ditindaklanjuti dengan pemasangan stent/ring ataupun dilakukan operasi by pass jantung. Disamping itu kateterisasi jantung sangat berguna untuk menilai apakah pasien memiliki resiko untuk mengalami serangan jantung ataupun resiko meninggal mendadak oleh karena pembuluh darah koroner pasien rapuh dan rentan untuk pecah atau tidak.(*)

Komentar
Kirim Komentar