24 Sep 2014 02:03

Ibu Hamil Minum Obat Antidepresan Berisiko Keguguran

MyPassion
Ibu hamil minum obat antidepresan berisiko keguguran.

ANTIDEPRESAN adalah pilihan pengobatan utama untuk sebagian besar jenis depresi. Antidepresan dapat membantu meringankan gejala Anda dan membuat Anda merasa nyaman, tapi banyak hal harus dipertimbangkan ketika Anda sedang hamil atau berpikir tentang keinginan untuk hamil.

Kehamilan bisa menjadi roller coaster emosional bagi seorang wanita, tetapi jika Anda memiliki depresi, kecemasan atau gangguan mood, sembilan bulan bisa sangat sulit. Meskipun obat anti-depresan mungkin telah membantu sebelumnya, para ahli sepakat mereka dapat berisiko bagi anda dan bayi Anda.

Sekitar 10 sampai 20 persen wanita hamil didiagnosis dengan depresi dan hingga 13 persen mengkonsumsi antidepresan selama kehamilan, menurut sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine.

"Setelah diyakini melindungi terhadap depresi dan kecemasan, kehamilan justru bisa membuat gejala lebih buruk. Bahkan, 52 persen wanita mengatakan gejala mereka meningkat selama kehamilan. Sering kali, pertama kalinya seorang wanita didiagnosis menderita depresi dan kecemasan adalah selama kehamilan," kata OB-GYN Dr. Sheryl, seperti dilansir laman Fox News, Rabu (24/9).

Depresi tidak hanya mempengaruhi wanita, tetapi juga memiliki efek mendalam pada bayi dalam rahim. Bahkan, sebuah studi di Journal Infant Behavior and Development menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang depresi lebih mudah marah, kurang aktif dan memiliki ekspresi wajah yang lebih sedikit daripada bayi yang lahir ibu yang tidak mengalami depresi.

Risiko keguguran selama trimester pertama kehamilan apapun sudah tinggi, sekitar 15 sampai 20 persen, tetapi penggunaan antidepresan dapat meningkatkan risiko menjadi 68 persen.

"Kami menjadi jauh lebih berhati-hati tentang yang hal-hal yang memungkinkan perempuan untuk menggunakan antidepresan," kata Ross lebih lanjut.

Antidepresan juga telah dikaitkan dengan jantung dan cacat lahir. Terlebih lagi, laporan terbaru dalam jurnal BMJ menemukan bahwa wanita hamil yang menkonsumsi selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) selama trimester terakhir mereka memiliki risiko absolute terkena hipertensi pulmonal persisten yaitu suatu kondisi yang berpotensi serius pada bayi baru lahir.

Kekhawatiran lainnya adalah sindrom perilaku yang baru lahir, yang mempengaruhi hingga 30 persen bayi. Sebuah review di jurnal Human Reproduction menemukan bahwa bayi yang terkena SSRI pada akhir kehamilan juga lebih mungkin untuk memiliki kondisi yang dapat menyebabkan jitteriness, mudah marah dan susah makan. Dalam kasus yang lebih parah, kejang dan kesulitan bernapas dapat terjadi juga. (jpnn)

Kirim Komentar